Saint of My Life

Terkadang berkorban untuk seseorang memang melelahkan bahkan bisa menghancurkan diri kita sendiri jika kita kelewat batas. Berkorban disini tidak hanya untuk pasangan kita saja,tapi bisa juga berkorban untuk orang tua,saudara,atasan/perusahaan,pekerjaan,anak,dan lain sebagainya. Kita kadang lupa diri dengan hal ini,mungkin juga karena kita terlalu menelan mentah-mentah sebuah mitos yang turun temurun.

Dan kali ini saya akan membahas tentang berkorban demi orang tua. Siapa sih diantara kita yang tidak ingin membahagiakan orang tua kita,berkorban demi orang tua,karena kewajiban itu tertera disebuah kitab suci. Banyak diantara kita karena saking percayanya dengan mitos tersebut sehingga dia mengebiri kebahagiaan dia sendiri yang pada ahirnya dia akan menyesal dikemudian hari.

Sebenarnya bagaimana sih supaya kita tidak terjerat mitos yang keliru yang berkembang dimasyarakat tentang kewajiban membahagiakan orang tua.?? Sejauh yang saya tau dan saya alami dan juga hasil pengamatan yang cukup lama,ternyata banyak diantara kita yang te
lah keliru bahkan terlanjur terjerat mitos yang ada. Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa surga ada dibawah telapak kaki,gak tau telapak kaki ibu atau ayah,,saya kurang tau pasti, karena saya belum melihat ada surga dibawah telapak kaki. Mungkin ini terlihat kontradiktif dengan yang kalian yakini,tapi inilah sikapku bray.

Maksudnya disini adalah bahwa kita sebenarnya tak harus menuruti semua keinginan orang tua kita,kalian jangan terpaku dengan mitos yang ada dimasyarakat,kalian harus punya sikap dengan diri kalian,surga yang sejati ya ada ditangan kalian sendiri,ada sebuah kalimat ALLOH yang mengatakan: "tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali dia mengubahnya sendiri" (maaf jika ada yang keliru karena saya bukan ahli agama/lulusan pesantren). Itu membuktikan bahwa kebahagiaan kita  90% terletak pada diri kalian sendiri,sisanya adalah faktor dari luar diri kita selain dari Tuhan yang utama. Jujur sampai saat ini saya juga masih terjerat dengan mitos tersebut yang pada ahirnya saya mengorbankan bahkan kebahagiaan saya dikebiri oleh orang tua saya. Kadang saya juga bingung,ini saya yang bodoh atau orang tua saya yang bodoh,tapi ahir-ahir ini saya mulai merubah dan melawan mitos tersebut.

Yang perlu kalian ingat adalah,kita lihat dulu tingkat kecerdasan orang tua kita,jika sekiranya pemikiran mereka sudah maju dan open minded,ada baiknya kalian sedikit mendengarkan nasehat mereka,,tetapi jika orang tua kalian tergolong orang tua kolot,kuno,dan cenderung terbelakang,,saya sarankan untuk tidak sepenuhnya mendengarkan semua ocehan mereka,kalian jangan terpaku dengan mitos bahwa melawan orang tua adalah dosa, kita harus cerdas dalam mengolah kalimat tersebut. Memang sih ada sebagian orang tua yang kalau dikasih pencerahan malah ngeyel dan tidak mau open minded dengan perkembangan jaman,itu tugas kalian untuk menyadarkan mereka-mereka yang seperti itu. Belajarlah dari pengalaman tapi jangan pengalaman itu dijadikan acuan utama,anggap saja sebagai salah satu referensi berpikir menuju yang lebih baik.

"Hari gini jangan percaya mitos tetapi percaya dirilah dengan keyakinan anda, karena itu yang akan menuntun kalian kearah kebahagiaan".
"Membangkang terhadap orang tua bukan berarti kalian tidak menghormati mereka,,tetapi itu membuktikan bahwa kalian sudah dewasa&punya jalan hidup sendiri".
"Janganlah terjerat dengan mitos menyesatkan yang akan menghambat kalian untuk berkembang,katakan pada mereka bahwa THIS IS MY WAY,THIS IS MY LIFE".
MUDA BEDA DAN BERBAHAYA..!!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar