Diskusi Kristen Dan Islam

Paus atau Kissinger?

Pendeta yang terhormat diatas menjelaskan secara terperinci ramalan-ramalan Injil. Ia terus membuktikan bahwa kitab Injil meramalkan kebangkitan Sovyet Rusia dan hari akhir. Pada satu tahap ia melanjutkan pembuktian lebih luas bahwa kitab sucinya tidak menghilangkan Paus dari ramalannya. Dengan penuh semangat ia berbicara panjang lebar untuk meyakinkan pe
ndengarnya bahwa “Beast 666″ yang disebutkan dalam kitab wahyu tersebut –kitab terakhir dari Perjanjian Baru– adalah Paus, pendeta Kristus dibumi. Tidak pantas bagi kita umat Islam untuk ikut dalam pertentangan anfara Katholik Roma dan Protestan ini. Tetapi, penjelasan terakhir orang Kristen mengatakan bahwa “Beast 666″ pada kitab Injil adalah Dr. Henry Kissinger.
Sarjana-sarjana Kristen berlaku jujur dan tak kenal lelah dalam usahanya membuktikan kasus mereka.
Ceramah Pendeta Hiten membuat saya bertanya jika kitab Injil meramalkan banyak hal –bahkan termasuk “Paus” dan “Israel”– maka tentunya harus ada sesuatu yang mengatakan tentang kedermawanan terbesar dari umat manusia –Nabi suci Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.
Sebagai pemuda saya mulai mencari jawabannya: Saya menemui banyak pendeta, menghadiri ceramah dan membaca segala sesuatu yang dapat saya hubungkan dengan ramalan Injil. Malam ini saya akan menceritakan kepada Anda satu dari tanya jawab-tanya jawab ini dengan seorang dominee dari Gereja Reformasi Belanda.

Angka Keberuntungan 13

Saya diundang ke Transvaal untuk berbicara pada peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Saya mengetahui bahwa di propinsi tersebut bahasa Afrika digunakan secara umum, bahkan oleh bangsa saya sendiri, saya merasa harus sedikit belajar bahasa ini, sehingga dapat merasa sedikit seperti di rumah sendiri dengan masyarakat tersebut. Saya membuka buku petunjuk telepon dan mulai menelpon para pembicara gereja Afrika. Saya menyatakan maksud saya kepada para pendeta bahwa saya tertarik berdialog dengan mereka, tetapi mereka semua menolak permintaan saya dengan permohonan maaf yang dapat diterima. Angka 13 adalah angka keberuntungan saya. Telepon ke 13 membuat saya merasa senang dan lega. Van Heerden, seorang dominee, setuju untuk bertemu saya di rumahnya pada Sabtu siang, sehingga saya harus pergi ke Transvaal.
Dominee menerima saya di Beranda dengan sambutan yang bersahabat, dan berkata jika saya tidak keberatan, ia akan senang jika ayah mertuanya yang berasal dari Free State (seorang pria tua berumur 70-an) bergabung dengan kami dalam diskusi. Saya tidak keberatan. Kami bertiga duduk di perpustakaannya.

Mengapa Tidak Ada?

Saya mengajukan pertanyaan, “Apakah yang dikata-kan Injil tentang Muhammad?”
Tanpa ragu-ragu ia menjawab, “Tidak ada!”
Saya bertanya, “Mengapa tidak ada? Berdasarkan penafsiran Anda Injil mengatakan banyak hal tentang kebangkitan Soviet Rusia dan tentang hari akhir, bahkan ten-tang Paus dari Katholik Roma?”
Dia berkata, “Ya, tetapi tidak ada tentang Muhammad!”
Saya bertanya lagi, “Mengapa tidak ada? Muhammad seorang yang bertanggungjawab membawa jutaan pengikutnya menjadi sebuah komunitas yang mendunia, yang dengan pengaruhnya, percaya pada:
  1. Keajaiban kelahiran Yesus,
  2. Bahwa Yesus adalah Mesias,
  3. Bahwa dengan izin Tuhan, Ia dapat menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang buta sejak lahir dan penderita kusta.
Tentunya kitab tersebut (Injil) mengatakan sesuatu tentang pemimpin besar manusia ini, yang berkata sangat baik tentang Yesus dan ibunya Maryam?” (Kesejahteraan untuk mereka berdua).
Orang tua dari Free State menjawab, “Anakku, saya telah membaca Injil selama 50 tahun lebih danjika terdapat sesuatu yang menyinggung tentang Muhammad, saya akan mengetahuinya.”

Tidak Ada Nama Itu

Saya bertanya, “Menurut Anda, bukankah di dalam Perjanjian Lama terdapat ratusan ramalan sehubungan dengan kedatangan Yesus”.
Dominee menyela, “Bukan ratusan, bahkan ribuan!”
Saya berkata, “Saya tidak akan memperdebatkan 1001 ramalan di Perjanjian Lama sehubungan dengan kedatangan Yesus Kristus, karena umat Islam di seluruh dunia telah menerimanya tanpa perlu pembuktian dari ramalan Injil mana pun. Kami umat Islam secara defacto telah menerima Yesus dengan pengaruh Muhammad saja, dan saat ini di dunia terdapat tidak kurang dari 900.000.000 pengikut Muhammad yang mencintai, memuliakan dan menghormati utusan Tuhan yang besar ini –Yesus Kristus– tanpa perlu diyakinkan oleh umat Kristen melalui arti Injil dalam dialek bahasa mereka. Dari ribuan ramalan tersebut, dapatkah Anda menunjukkan satu saja ramaian yang menyebutkan nama Yesus? Istilah Mesias yang diterjemahkan Kristus adalah bukan nama tetapi sebuah sebutan. Adakah sebuah ramalan yang mengatakan bahwa nama Mesias akan menjadi Yesus dan nama ibunya akan menjadi Maria; bahwa yang seharusnya menjadi ayahnya adalah Yusuf si tukang kayu; bahwa ia akan lahir pada masa pemerintahan raja Hero dan lain-lain?
“Tidak! Tidak ada perincian seperti itu!” jawab Dominee.
Saya bertanya, “Lalu bagaimana Anda menyimpulkan bahwa ribuan ramalan tersebut mengacu kepada Yesus?”

Apakah Ramalan Tersebut?

Dominee menjawab, “Perhatikan, ramalan adalah kata-kata yang menggambarkan sesuatu yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Ketika hal itu terjadi, kita lihat secara nyata pemenuhan atas apa yang telah diperkirakan di masa lalu dalam ramalan-ramalan tersebut.”
Saya berkata, “Apa yang sebenarnya Anda lakukan adalah bahwa Anda menyimpulkan, mencari alasan, menempatkan dua dan dua bersama-sama.”
Dia berkata, “Ya.”
Saya berkata, “Jika ini yang Anda lakukan dengan ribuan ramalan untuk membenarkan pendapat Anda tentang keaslian Yesus, mengapa kita tidak melakukan sistem yang sama untuk Muhammad? Dominee setuju hal tersebut adalah argumen yang adil, alasan yang dapat diterima dalam memperlakukan masalah tersebut.
Saya memintanya untuk membuka Ulangan, pasal 18, ayat 18 (kitab kelima dari kitab Yahudi dan Kristen). Saya membaca ayat tersebut berdasarkan ingatan dalam versi Afrika, dengan tujuan sedikit berlatih bahasa yang digunakan bangsa di Afrika Selatan tersebut.

‘N Profeet Sal Ek Vir Hulle
Verwek Uit Die Midde Van Hulle Broers,
Soos Jy Is,
En Ek Sal My Woorde In Sy Mond Le,
En Hy Sal Aan Hulle Se
Alles Wat Ek Hom Beveel
Deut. 18:18
Terjemahannya sebagai berikut:
“Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.” (Injil-Ulangan 18: 18)

Nabi Seperti Musa

Saya meminta maaf karena pelafalan yang tidak jelas dalam membacakan versi tersebut dalam bahasa Afrika. Dominee meyakinkan saya bahwa saya melakukannya dengan baik. Saya bertanya, “Kepada siapa ramalan tersebut ditujukan?”
Tanpa keraguan sedikit pun dia menjawab, “Yesus!”
Saya bertanya, “Mengapa Yesus, namanya tidak disebut di sini?”
Dominee menjawab, “Karena ramalan adalah kata-kata yang menggambarkan sesuatu yang akan terjadi pada masa yang akan datang, kita temukan kata-kata dalam ayat ini cukup melukiskannya. Anda lihat, kata yang paling penting dari ramalan ini adalah Soos Jy Is (like unto thee), –seperti kamu– seperti Musa, dan Yesus seperti Musa.
Saya bertanya, “Dalam hal apa Yesus seperti Musa?”
Jawabannya adalah; “Pertama, Musa adalah seorang Yahudi dan Yesus juga seorang Yahudi; Kedua, Musa adalah seorang nabi dan Yesus juga seorang nabi karena itu Yesus seperti Musa dan itu tepat sekali seperti yang dikatakan Tuhan kepada Musa– Soos Jy Is.
“Dapatkah Anda pikirkan persamaan-persamaan lain antara Musa dan Yesus?” tanya saya.
Dominee mengatakan ia tidak dapat memikirkan yang lain. Saya membalas, “Jika hanya dua kriteria ini saja untuk menentukan calon dalam ramalan pada Ulangan 18: 18, maka untuk kasus ini kriteria dapat dipenuhi oleh setiap tokoh setelah Musa pada kitab Injil: Solomon, Yesaya, Ezekiel, Daniel, Hosea, Yoel, Malachi, Yohanes Pembaptis dan lain-lain, karena mereka semua juga seorang “Yahudi” dan “Nabi”. Mengapa tidak menerapkan ramalan tersebut kepada salah satu nabi-nabi ini, dan mengapa harus Yesus? Mengapa kita harus menganggap yang satu ikan sementara yang lainnya unggas?” Dominee tidak menjawab.
Saya meneruskan, “Perhatikan, kesimpulan saya adalah Yesus hampir tidak seperti Musa, dan jika salah, saya akan senang jika Anda meluruskan saya.”

Tiga Ketidaksamaan

Sambil berkata, saya memberi alasan kepadanya:
Pertama, Yesus tidak seperti Musa, karena, menurut Anda “Yesus adalah Tuhan”, tetapi Musa bukanlah Tuhan. “Apakah hal ini benar?” saya bertanya kepada Dominee.
Dominee menjawab, “Ya.”
Saya berkata, “Karena itu Yesus tidak seperti Musa!”
Kedua, menurut Anda “Yesus Mati Untuk Dosa-dosa Dunia”, tetapi Musa tidak mati untuk hal tersebut. “Apakah hal ini benar?” saya bertanya kepada Dominee.
Dia menjawab lagi, “Ya.”
Saya berkata, “Karena itu Yesus tidak seperti Musa!”
Ketiga, menurut Anda “Yesus Pergi Ke Neraka Selama Tiga Hari”, tetapi Musa tidak masuk ke sana. “Apakah hal ini benar?” saya bertanya kepada Dominee.
Dia menjawab tanpa perlawanan, “Ya.”
Saya menyimpulkan, “Karena itu Yesus tidak seperti Musa!”
“Tetapi …,” kata Dominee menyela.
Saya lanjutkan dulu, kataku, “ini semua bukanlah fakta yang sukar, kokoh dan nyata. Hal ini adalah persoalan keyakinan belaka di mana seorang awam dapat tersandung dan jatuh. Marilah kita diskusikan sesuatu yang sangat sederhana, sangat mudah, yang jika orang awam diundang untuk mendengar diskusi tersebut mereka tidak akan kesulitan mengikutinya, bagaimana?” Dominee sangat senang dengan usulan tersebut.
DELAPAN ARGUMEN YANG TAK TERBANTAH

1. Ayah dan Ibu

Musa mempunyai seorang ayah dan seorang ibu. Muhammad juga mempunyai seorang ayah dan seorang ibu. Tetapi Yesus hanya mempunyai seorang ibu, dan ayahnya bukan seorang manusia. Apakah hal ini benar?”
Dia berkata, “Ya.”
Saya berkata, “Daarom is Jesus nie soos moses nie, maar Muhummed is soos moses!” artinya: “Karena itu Yesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa!” (Sejak saat ini pembaca akan menyadari bahwa saya menggunakan bahasa Afika hanya bertujuan untuk latihan. Saya harus menghentikan penggunaannya dalam penjelasan ini).

2. Kelahiran Ajaib

Musa dan Muhammad lahir secara normal dan alamiah, yaitu melalui percampuran fisik antara seorang pria dan wanita, tetapi Yesus diciptakan dengan sebuah keajaiban istimewa. Dalam Kitab Matius 1: 18
“… sebelum mereka (Yusuf dan Maria) hidup sebagai suami istri, ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus …”
Dan, Lukas mengatakan bahwa ketika berita gembira atas kelahiran anak suci tersebut diberitahukan kepada Maria, dia memberi alasan:
“… bagai-mana hal itu mungkin terjadi, sedangkan aku belum bersuami? Jawab malaikat itu kepadanya, “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Maha Tinnggi akan me-naungi engkau …” (Lukas l: 34-35).
Kitab Suci Al-Qur’an menegaskan kelahiran Yesus yang ajaib tersebut dalam istilah yang mulia dan luhur dalam menjawab pertanyaan yang logis dari Maria:
“Ya Rabbku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun?”Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah” lalu jadilah dia.”(QS. Ali Imran: 47).
Bukanlah menjadi keharusan bagi Allah untuk menanam benih pada seseorang atau binatang. Jika Dia menghendakinya itu pasti akan terjadi. Ini adalah konsep umat Islam pada kelahiran Yesus. (Ketika saya rnembandingkan versi Al-Qur’an dan Injil tentang kelahiran Yesus kepada pendeta Dunkers, pemimpin masyarakat penginjil, di kota terbesar kami ini, dan ketika saya bertanya, “Versi mana yang lebih Anda sukai untuk diberikan kepada anak perempuan Anda, Al-Qur’an atau Injil?”
Pria tersebut menundukkan kepalanya dan menj awab, “Versi Al-Qur’an.”
Dengan cepat saya berkata kepada Doominee, “Apakah benar kelahiran Yesus yang ajaib berlawanan dengan kelahiran Musa dan Muhammad yang alami?”
Dia menjawab dengan bangga, “Ya!”
Saya berkata, “Karena itu Yesus tidak seperti Musa tetapi Muhammad seperti Musa”.
Dan, Tuhan berkata kepada Musa pada Ulangan 18: 18 “Like unto thee” (Seperti kamu, seperti Musa) dan Muhammad seperti Musa.

3. Ikatan Perkawinan

Musa dan Muhammad menikah dan mempunyai anak, tetapi Yesus tetap menjadi seorang bujangan selama hidupnya. “Apakah hal ini benar?” saya bertanya kepada Dominee.
Dominee menjawab: “Ya.”
Saya berkata, “Karena itu Yesus tidak seperti Musa , tetapi Muhammad seperti Musa”

4.Yesus Ditolak Oleh Kaumnya

Musa dan Muhammad diterima sebagai nabi oleh kaumnya dalam kehidupan mereka. Tidak ada keraguan bahwa orang-orang Yahudi terus menerus memberi kesulitan kepada Musa, tetapi sebagai bangsa secara keseluruhan, mereka mengetahui bahwa Musa adalah utusan Allah yang dikirim untuk mereka. Orang-orang Arab juga membuat kehidupan Muhammad menjadi menderita. Beliau sangat menderita akibat ulah mereka. Setelah 13 tahun berda’wah di Makkah, beliau harus pindah dari kota kelahirannya.
Tetapi sebelum kematiannya, bangsa Arab secara keseluruhan telah menerimanya sebagai utusan Allah. Tetapi berdasarkan Injil
“Dia (Yesus) datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerimanya.” (Yohanes 1: 11).
Dan bahkan sampai hari ini, setelah 2000 tahun, kaumnya –orang-orang Yahudi, secara keseluruhan telah menolaknya. “Apakah hal ini benar?” saya bertanya kepada Dominee.
Dominee berkata, “Ya.”
Saya berkata; “Karena itu Yesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa.”

5. Kerajaan “Dunia Lain”

Musa dan Muhammad adalah nabi dan juga raja. Nabi berarti seorang manusia yang menerima wahyu untuk menunjuki manusia dan menyampaikan petunjuk ini kepada ciptaan Allah seperti yang diterimanya tanpa ada penambahan atau pengurangan. Raja adalah seorang manusia yang mempunyai kekuasaan atas hidup dan mati rakyatnya. Tidaklah penting apakah orang tersebut mengenakan mahkota atau tidak, atau apakah dia mengenakan pakaian raja; Jika seseorang mempunyai hak untuk memberikan hukuman mati -Dia adalah raja-. Musa memiliki kekuasaan tersebut. Ingatkah Anda orang Israel yang pada hari Sabbath ditemukan sedang mengumpulkan kayu bakar, dan Musa menghukum mati orang tersebut dengan dilontari batu? (Bilangan 15: 36). Terdapat tindakan kejahatan lainnya yang disebutkan dalam Injil yang karenanya Musa memberikan hukuman mati pada orang-orang Yahudi tersebut. Begitu juga Muhammad, beliau memiliki kekuasaan atas hidup dan mati kaumnya. Pada Injil terdapat beberapa contoh orang-orang yang hanya diberi kenabian, tetapi tidak dalam posisi untuk menerapkan petunjuk mereka. Beberapa orang suci Tuhan yang tidak berdaya menghadapi penolakan yang keras atas pesan yang disampaikan mereka ini adalah nabi Lot, Jonah, Daniel, Ezra dan Yohanes Pembaptis. Mereka hanya dapat menyampaikan pesan, tetapi tidak dapat memaksakan hukuman. Sayangnya nabi suci Yesus juga termasuk kategori ini. Para penginjil Kristen dengan jelas membenarkan hal ini: Ketika Yesus diseret sebelum Gubernur Roma (Pontius Pilate) menuduhnya sebagai pendusta, Yesus membuat sebuah pernyataan meyakinkan dalam pembelaannya untuk menyangkal tuduhan yang salah:
“Jawab Yesus, ‘Kerajaanku bukan dari dunia ini; Jika kerajaanku dari dunia ini, pasti hamba-hambaku telah melawan, supaya aku jangan diserahkan kepada orang orang Yahudi, akan tetapi kerajaanku bukan dari sini. ” (Yohanes 18: 36).
Hal ini meyakinkan Pilatus (seorang penyembah berhala) dengan pemikiran bahwa Yesus tidak sepenuhnya berkuasa atas kemampuan ruhaninya, dia tidak menganggapnya orang yang membahayakan pemerintahannya. Yesus hanya menuntut sebuah kerajaan spiritual, dengan kata lain dia hanya menyatakan sebagai seorang nabi. “Apakah hal ini benar?” saya bertanya kepada Dominee.
Dominee menjawab, “Ya.”
Saya berkata, “Karena itu Yesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa.”

6. Tak Ada Hukum Baru

“Musa dan Muhammad membawa hukum dan aturan baru untuk kaumnya. Musa tidak hanya memberi 10 perintah Allah kepada orang-orang Israel, tetapi hukum-hukum peribadatan yang sangat luas sebagai petunjuk kaumnya. Muhammad datang kepada sebuah kaum yang sangat bodoh dan biadab. Mereka menikahi ibu tirinya, menguburkan anak perempuannya hidup-hidup, mabuk-mabukan, berzina, menyembah berhala dan berjudi dari hari ke hari. Gibbon melukiskan orang-orang Arab sebelum Islam dalam Decline and Fall of the Roman Empire(Kemunduran dan Keruntuhan Kekaisaran Romawi.), “Kebrutalan manusia, hampir tanpa perasaan, sulit dibedakan keburukannya dari sisa-sisa penciptaan hewan.” Sukar mendapatkan sesuatu yang membedakan antara manusia dan hewan pada saat itu. Mereka adalah hewan dalam wujud manusia.
Dari kebiadaban yang hina ini, Muhammad mengangkat mereka, dalam kata-kata Thomas Carlysle,
“Menjadi pembawa obor penerangan dan pelajaran. Bagi bangsa Arab ini adalah kelahiran dari kegelapan menjadi cahaya. Untuk pertama kalinya Arab menjadi hidup karenanya. Masyarakat penggembala yang miskin, mengembara tidak dikenal di padang pasir sejak penciptaan dunia. Perhatikan, tidak dikenal menjadi terkemuka di dunia, yang kecil telah tumbuh menjadi dunia besar. Dalam satu abad kemudian Granada telah berada di tangan bangsa Arab dan Delhi di tangannya yang lain. Pandangan sekilas dalam keberanian, kemegahan, dan cahaya kecerdasan, Arab menyinari bagian yang besar dari dunia… “
Kenyataannya adalah Muhammad memberi-kan kaumnya sebuah hukum dan peraturan yang belum pernah dimiliki mereka sebelumnya.
Mengenai Yesus, ketika orang-orang Yahudi merasa curiga terhadapnya bahwa ia mungkin seorang penipu dengan tujuan menyesatkan ajaran mereka, Yesus mengambil penderitaan untuk meyakinkan mereka bahwa dia tidak datang dengan agama baru. Tidak ada hukum baru dan tidak ada peraturan baru. Saya kutip kata-katanya:
“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau meniadakan kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu, ‘Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi’. “(Matius 5: 17-18).
Dengan kata lain, dia tidak datang dengan hukum atau aturan baru. Dia datang hanya untuk menggenapi hukum lama. Hal inilah yang diberikannya kepada orang-orang Yahudi untuk dimengerti. Kecuali jika ia sedang mencoba menggertak orang-orang Yahudi, agar menerimanya sebagai utusan Allah dan dengan dalih mencoba memasukkan aga-ma baru kepada mereka. Tidak! Utusan Tuhan ini tidak akan pernah berusaha dengan curang untuk menumbangkan agama Tuhan. Dia dengan sendirinya mematuhi hukum. Dia mematuhi perintah-perintah Musa, dan menghormati hari Sabbath. Tidak ada kesempatan seorang Yahudi menunjukkan jari padanya dan berkata, “Mengapa kamu tidak puasa” atau “Mengapa kamu tidak mencuci tanganmu sebelum membelah roti”. Yesus menuduh mereka selalu mengatakan bertentangan dengan muridnya, tetapi tidak pernah berten-tangan dengannya. Hal ini karena sebagai seorang Yahudi yang baik, ia menghormati hukum-hukum nabi yang mendahuluinya. Singkatnya, ia tidak menciptakan agama baru dan tidak membawa hukum baru seperti Musa dan Muhammad.
“Apakah hal ini benar?” Saya bertanya kepada Dominee.
Dan, ia menjawab, “Ya.”
Saya berkata, “Karena itu Yesus tidak seperti Musa , tetapi Muhammad seperti Musa.”

7. Bagaimana Mereka Pergi

Musa dan Muhammad meninggal dalam kematian yang wajar, tetapi menurut agama Kristen, Yesus dengan kejam dibunuh di tiang salib. “Apakah hal ini benar?” saya bertanya kepada Dominee.
Dominee menjawab, “Ya.”
Saya menegaskan, “Karena itu Yesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa.”

8. Surga Sebagai Tempat Kediaman

Musa dan Muhammad terbaring dikubur dalam bumi, tetapi menurut Anda, Yesus beristirahat di surga. “Apakah hal ini benar?” saya bertanya kepada Dominee. Dominee setuju.
Saya berkata, “Karena itu Yesus tidak seperti Musa , tetapi Muhammad seperti Musa.”
BUKTI LEBIH LANJUT

Ismail Anak Pertama

Sejak Dominee tanpa daya menyetujui setiap permasalahan, saya berkata, “Dominee, sejauh ini yang saya lakukan hanya membuktikan satu point (masalah) dari keseluruhan ramalan. Membuktikan rangkaian kata Like Unto Thee (Seperti kamu – Seperti Musa). Ramalan tersebut lebih banyak dari sebuah ungkapan berikut:
“Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperli engkau ini…” Penekanannya pada kata-kata “Dari antara saudara mereka.” Musa dan kaumnya, orang-orang Yahudi, di sini ditujukan sebagai satu kesatuan ras, dan sebagai ‘saudara’ mereka tanpa ragu-ragu adalah bangsa Arab. Perhatikanlah, kitab suci Injil menyata-kan Ibrahim (Abraham) sebagai “Sahabat Tuhan”. Ibrahim mempunyai 2 orang istri, Sarah dan Hajar. Hajar melahirkan seorang anak Ibrahim, putra pertamanya. “… dan Ibrahim menamai anak yang dilahirkan Hajar itu Ismail. “(Kejadian 16:15). “Dan, Ibrahrim memanggil Ismail, anaknya…. ” (Kejadian 17: 23). “Dan, Ismail, anaknya, berumur 13 tahun ketika dikerat kulit khatannya.” (Kejadian 17: 25). Sampai usia 13 tahun Ismail adalah satu-satunya anak dan benih Ibrahim, ketika perjanjian disahkan antara Tuhan dan Ibrahim. Tuhan memberi Ibrahim anak laki-laki melalui Sarah, yang dinamakan Ishak, yang sangat muda dibandingkan Ismail.

Bangsa Arab dan Yahudi

Jika Ismail dan Ishak adalah anak dari ayah yang sama (Ibrahim), maka mereka adalah kakak beradik. Karena itu, anak dari salah seorang mereka adalah saudara dari anak yang lain. Keturunan Ishak adalah bangsa Yahudi dan keturunan Ismail adalah bangsa Arab jadi mereka bersaudara satu sama lain. Injil menegaskan “…Dan, dia (Ismail) akan menentang semua saudaranya.” (Kejadian 16: 12). “Dan, dia (Ismail) wafat dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya.” (Kejadian 25: 17). Anak-anak Ishak adalah saudara dari keturunan Ismail. Dengan cara yang sama Muhammad berasal dari saudara bangsa Israel, karena dia adalah keturunan anak Ismail putra Ibrahim. Hal ini tepat sekali dengan ramalan tersebut: “… dari antara saudaramu” (Ulangan 18: 18). Ramalan itu dengan jelas menyebutkan nabi yang akan datang yang seperti Musa, harus tidak berasal dari anak-anak Ishak atau di antara mereka sendiri, tetapi berasal dari antara saudara mereka. Karena itu Muhammad berasal dari saudara mereka.

Firman dalam Mulut

Lebih jauh ramalan mengatakan, “… dan Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya…” Apakah artinya jika dikatakan, “Saya akan menaruh firman saya dalam mulut Anda?” Perhatikan, ketika mula-mula saya meminta Anda (Dominee) untuk membuka Ulangan 18: 18 dan jika saya meminta Anda untuk membacanya, lalu Anda telah mem-bacanya, apakah itu berarti saya telah menaruh firman saya dalam mulut Anda?”
Dominee menjawab, “Tidak.”
Tetapi, saya melanjutkan, “Jika saya mengajari Anda sebuah bahasa yang Anda tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, seperti bahasa Arab, dan bila saya meminta Anda untuk membaca atau mengulangi sesudah saya, apa yang saya ucapkan; yaitu:
“Katakanlah, ‘Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan, tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.’ (QS. Al-Ikhlas: 1-4).
Tidakkah saya sedang menaruh kata-kata asing yang belum pernah didengar dan telah kamu ucapkan, ke dalam mulut Anda?” Dominee tentu saja setuju.
Dengan cara yang sama, saya berkata; “Kata-kata kitab suci Al-Qur’ an, wahyu yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepada Muhammad diungkapkan.”
Sejarah menyatakan bahwa Muhammad ketika itu ber-usia 40 tahun. Ia berada dalam sebuah gua kira-kira 3 mil ke utara dari kota Makkah. Hari itu adalah malam ke 17 bulan Ramadhan (dalam buku aslinya yang berbahasa Inggris di-tulis: “malam ke 27 bulan Ramadhan”). Dalam gua malaikat Jibril memerintahkannya dalam bahasa daerahnya:
“‘Baca!” atau ‘nyatakan!’ atau ‘bawakan!”‘ Muhammad ketakutan dan dalam keadaan kebingungan menjawab:
“Saya tak dapat membaca!” Malaikat memerintahkan untuk kedua kalinya dengan hasil yang sama. Pada yang ke-tiga kalinya malaikat melanjutkan.
Barulah Muhammad mengerti apa yang harus dilakukannya hanyalah mengulangi untuk berlatih. Dan dia mengulangi kata-kata yang ditaruh dalam mulutnya:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhan-mu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah YangMaha Pemurah. Yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-’Alaq: 1-5).
Ini semua adalah ayat pertama yang diwahyukan kepada Muhammad, yang sekarang merupakan permulaan surat ke 96 (Al-’Alaq) dari Al-Qur’an.

Kesaksian Orang-orang Yang Beriman

Segera setelah malaikat pergi, Muhammad berlari ke rumahnya. Dengan ketakutan dan berkeringat seluruh tubuhnya, beliau meminta istri tercintanya, Khadijah, untuk menyelimutinya. Beliau berbaring, dan istrinya memandanginya. Ketika telah tenang kembali, Muhammad menjelaskan kepada istrinya apa yang telah dilihat dan didengarnya. Khadijah meyakinkannya bahwa ia percaya kepada Muhammad dan bahwa Allah tidak akan membiarkan hal mengerikan seperti itu terjadi padanya. Apakah ini semua adalah pengakuan seorang penipu? Apakah penipu mengaku bahwa ketika seorang malaikat mendatangi mereka dengan pesan dari Yang Maha Tinggi, mereka menjadi kuatir, ketakutan dan berkeringat seluruh tubuhnya, lari ke rumah menuju istrinya? Setiap kritikus dapat melihat bahwa reaksi dan pengakuannya ini adalah dari seorang yang jujur dan tulus, manusia kebenaran –Al Amin– yang jujur, yang tulus dan yang dapat dipercaya.
Selama 23 tahun berikut dalam hidup kenabiannya, kata-kata tersebut ‘ditaruh dalam mulutnya’ dan beliau mengucapkannya. Kata-kata tersebut memberi pengaruh yang tak terhapuskan dalam hati dan pikirannya; dan ketika jumlahnya bertambah, kata-kata suci tersebut dicatatnya pada daun, kulit dan tulang belikat hewan, serta di dalam hati murid-murid yang tekun. Sebelum kematiannya, kata-kata ini disusun dalam urutan seperti yang dapat kita temukan saat ini dalam Kitab Suci Al-Qur’an. Kata-kata wahyu tersebut benar-benar ditaruh di dalam mulutnya; tepat seperti dikatakan dalam ramalan pada diskusi, “Dan Aku akan menaruh Firman-Ku dalam mulutnya.” (Injil – Ulangan 18: 18)

Nabi Yang Ummi

Pengalaman Muhammad di dalam gua Hira, kemudian dikenal sebagai Jabal Nur, dan reaksinya terhadap wahyu pertama benar-benar memenuhi ramalan Injil yang lain. Pada kitab Yesaya 29:12, kita baca: “Dan apabila kitab itu” (Al-kitab, Al-Qur’an – ‘pembacaan’, ‘pembawaan’) “diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca” Nabi yang ummi, Al Qur’an surat Al-A’raf ayat 158, dengan mengatakan, “Baiklah baca ini, Saya berdo’a untuk kamu” (Kalimat: “Saya berdo’a untuk kamu” tidak ada dalam naskah Yahudi, bandingkan dengan Katholik Roma “versi Douay” dan juga dengan “versi standar yang sudah direvisi”, Revised Standard Version) “Dan ia akan menjawab, ‘Aku tidak dapat membaca’.” “Aku tidak dapat membaca!” adalah terjemahan yang tepat dari kata-kata yang diucapkan 2 kali oleh Muhammad kepada Roh Kudus, Malaikat Jibril, ketika dia memerintahkan (“Baca!”).
Izinkan saya mengutip ayat tersebut secara lengkap tanpa terpotong seperti pada “versi King James” atau “versi yang telah disahkan” yang lebih terkenal: “Dan, apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan, ‘Baiklah baca ini, saya berdo’a untuk kamu’, maka ia akan menjawab, ‘Aku tidak dapat membaca’.” (Injil – Yesaya 29: 12)
Yang perlu diperhatikan adalah belum ada Injil berbahasa Arab pada abad 6 Masehi, ketika Muhammad hidup dan berda’wah. Disamping itu beliau benar-benar tidak dapat membaca dan menulis. Tak ada seorang manusia pun yang pernah mengajarinya sebuah kata. Gurunya adalah penciptanya:
“Dan, tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapan itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). Yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat. ” (QS. An-Najm: 3-5)
Tanpa pengajaran dari seorang manusia pun, ia mem-buat malu orang-orang yang berpengetahuan.

Peringatan Penting

“Perhatikan!” Saya berkata kepada Dominee, “Bagaimana ramalan tersebut cocok sekali dengan Muhammad. Kami tak perlu menjabarkan ramalan agar terpenuhi dalam diri Muhammad.”
Dominee membalas, “Semua penjelasan Anda terdengar sangat baik, tetapi itu semua tidak mempunyai konsekuensi yang nyata, karena kami umat Kristen memiliki Yesus Kristus sebagai reinkarnasi Tuhan, yang menyelamatkan kami dari perbudakan dosa!”
Saya bertanya, “Tidak penting?”
Tuhan tidak menganggap demikian! Dia mengalami banyak kesulitan agar peringatannya diingat. Tuhan tahu bahwa akan ada orang-orang seperti Anda yang dengan kepandaian berbicara, dengan senang akan mengurangi kata-katanya, sehingga dia melanjutkan Ulangan 18:18 dengan peringatan yang menakutkan: ayat terdekat berikutnya, “Dan, ha1 tersebut akan terjadi”. “Orang yang tidak mendengarkan segala Firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, daripadanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.” (Pada Injil Katholik kata-kata terakhirnya adalah –”Aku akan menjadi pembalas dendam”– Aku akan membalas untuknya – Aku akan membalasnya!) “Apakah hal ini tidak menakutkanmu? Tuhan Yang Maha Kuasa sedang, mengancam pembalasan dendam! Nafas kita terengah-engah jika beberapa penjahat mengancam, tidakkah kamu takut pada peringatan Tuhan?”
“Ajaib dari keajaiban-keajaiban!” Pada Ulangan 18:19 kita mendapatkan pemenuhan lebih jauh pada diri Muhammad! Perhatikan kata-kata, “… firman-Ku yang akan diucapkan Nabi itu dengan nama-Ku,” “Atas nama siapa Muhammad berbicara?” Saya membuka Kitab Suci Al-Qur-’an –terjemahan Ustadz Yusuf Ali, pada surat 114, Surat An-Naas, atau ‘Manusia’- surat terakhir, dan menunjukkan pada Dominee formula di atas, surat tersebut:
“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”
Dan di atas surat 113:
“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”
Dan setiap surat sebelumnya 112, 111, 110, … formula dan artinya sama untuk setiap halaman, karena akhir surat-surat akhir adalah pendek dan masing-masingnya kira-kira hanya satu halaman.
“Dan apa yang diinginkan ramalan tersebut?’… yang akan diucapkan dia (nabi itu) dengan nama-Ku’ dan atas nama siapa Muhammad berbicara? ‘Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.’ Isi ramalan tersebut terpenuhi dalam diri Muhammad.
“Setiap surat dalam Al-Qur’an kecuali surat ke 9 (At-Taubah) dimulai dengan formula: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”Umat Islam memulai setiap kegiatan yang sah menurut hukum dengan formula suci. Tetapi umat Kristen memulai: “Dengan nama Bapak, Anak dan Roh Kudus.”
Memperhatikan Ulangan bab 18; saya telah memberikan kepada Anda lebih dari 15 alasan bagaimana ramalan tersebut ditujukan kepada Muhammad bukan Yesus.
PERJANJIAN BARU JUGA MEMBENARKAN

Baptis Bertentangan Dengan Yesus

Pada Perjanjian Baru, kita temukan bahwa orang-orang Yahudi masih mengharapkan terpenuhinya ramalan “Seorang seperti Musa”, lihat Yohanes 1:19-25. Ketika Yesus menyatakan sebagai Mesias dari orang-orang Yahudi, mereka mulai bertanya dimana Elia? Orang-orang Yahudi mempunyai sebuah ramalan paralel bahwa sebelum kedatangan Mesias, Elia harus datang terlebih dahulu pada kedatangannya yang kedua. Yesus menyatakan kepercayaan Yahudi ini:
“… Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu, ‘Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia’, … Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.” (Injil – Matius 17: 11-13)
Menurut Perjanjian Baru, bangsa Yahudi bukanlah orang-orang yang menerima begitu saja kata-kata siapa pun yang akan menjadi Mesias. Dalam penyelidikannya mereka mengalami kesulitan yang hebat dalam menemukan Mesias yang benar. Dan, kitab Yohanes menyatakan, “Dan inilah kesaksian Yohanes,” (pembaptis) “Ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia, ‘Siapakah engkau?’ Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya, Aku bukan Mesias’.” (Hal ini wajar karena tidak mungkin ada 2 Mesias pada saat bersamaan. Jika Yesus adalah Mesias maka Yohanes tidak mungkin Mesias!)
Dan, mereka bertanya kepadanya, “Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?”
Dia menjawab, “Bukan!”
Di sini Yohanes Pembaptis bertentangan dengan Yesus! Yesus menyatakan bahwa Yohanes adalah Elia dan Yohanes menyangkal bahwa dia adalah yang dimaksud oleh Yesus. Satu dari dua (Yesus atau Yohanes) dilarang Tuhan! Benar-benar tidak berbicara kebenaran. Pada kesaksian Yesus sendiri, Yohanes Pembaptis adalah nabi terbesar bangsa Israel:
Aku berkata kepadamu, “Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis …” (Injil – Matius 11: 11)
Kita umat Islam mengetahui bahwa Yohanes Pembaptis adalah Nabi Yahya Alaihis-salam. Kita memuliakannya sebagai nabi yang benar dari Allah. Nabi Suci Yesus, kita kenal sebagai Isa Alaihis-salam, dia juga dimuliakan sebagai utusan yang hebat dari Yang Maha Kuasa. Bagaimana kami umat Islam menyatakan salah satu dari mereka berbohong? Kita tinggalkan masalah antara Yesus dan Yohanes agar dipecahkan oleh umat Kristen, karena kitab suci mereka mengandung banyak ketidak sesuaian yang telah mereka sembunyikan sebagai “pernyataan gelap tentang Yesus”. Kami umat Islam sangat tertarik dengan pertanyaan terakhir yang ditujukan kepada Yohanes Pembaptis oleh orang-orang Yahudi, “Engkaukan Nabi itu? Dia menjawab, “Bukan!” (Injil – Yohanes 1: 21)

Tiga Pertanyaan

Silahkan perhatikan bahwa terdapat 3 pertanyaan yang jelas dan berbeda, ditujukan kepada Yohanes Pembaptis dan 3 buah jawaban “tidak” yang tegas dari Yohanes. Sebagai ikhtisar:
  1. Apakah engkau Mesias?
  2. Apakah engkau Elia?
  3. Apakah engkau nabi itu?
Tetapi umat Kristen yang berpengetahuan, entah bagaimana hanya melihat 2 pertanyaan diterapkan di sini.Untuk menjelaskan keragu-raguan bahwa orang-orang Yahudi benar-benar mempunyai tiga ramalan terpisah dalam fikiran mereka ketika mereka menanyai Yohanes Pembaptis. Mari kita baca bantahan orang-orang Yahudi, pada ayat-ayat berikut: .
“Mereka bertanya kepadanya, katanya, ‘Mengapa engkau membaptis, jika engkau bukan Mesias, bukan Elia dan bukan nabi itu?” (Injil – Yohanes 1: 25)
Orang-orang Yahudi sedang menunggu terpenuhinya 3 ramalan yang jelas: Pertama, kedatangan Mesias. Kedua, kedatangan Elia dan ketiga, kedatangan nabi itu.

“Nabi Itu”

Jika kita lihat Injil manapun yang mempunyai indeks atau referensi silang, maka kita akan menemukan dalam catatan pinggir pada halaman dimana kata-kata “Nabi Tersebut” atau “Nabi Itu” dalam Yohanes 1: 25 bahwa kata-kata ini mengacu pada ramalan di ulangan 18:15 dan 18. Dan, bahwa “Nabi Itu” – “Nabi Seperti Musa” – ‘Like unto Thee’ telah dibuktikan dengan bukti yang berlimpah bahwa Ia itu adalah Muhammad dan bukan Yesus!
Kami umat Islam tidak menyangkal bahwa Yesus adalah “Mesias”, yang diterjemahkan sebagai “Kristus”. Kami tidak mempertentangkan “ribuan dan satu ramalan” yang banyak dikatakan umat Kristen pada Perjanjian Lama yang meramalkan kedatangan Mesias. Apa yang kami katakan adalah Ulangan 18:18 tidak mengacu pada Yesus tetapi itu adalah sebuah ramalan yang jelas tentang Nabi Suci Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.
Dominee, dengan sangat sopan berpisah dengan saya sambil mengatakan bahwa ini adalah diskusi yang sangat menarik dan dia akan sangat senang jika suatu hari saya datang dan berbicara kepada jamaahnya dengan tema tersebut. Satu setengah dasawarsa telah berlalu sejak itu, tetapi saya masih tetap menunggu hak tersebut. Saya yakin Dominee bersungguh-sungguh sewaktu dia menawarkan, tetapi dia mungkin keras kepala dan siapa yang mau kehilangan domba-dombanya?

Ujian Pahit

Kepada domba-domba kristus saya berkata, “Mengapa tidak menerapkan ujian pahit yang Tuhan kehendaki sendiri agar diterapkan kepada siapa saja yang akan menjadi penuntut kenabian?” Dia telah berkata: “Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik … dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.” (Injil – Matheus 7: 16-20).
Mengapa Anda takut menerapkan uji coba ini terhadap ajaran Muhammad? Kamu akan mendapatkan dalam Perjanjian Lama Tuhan –Kitab Suci Al-Qur’an– pemenuhan ajaran Musa dan Yesus yang benar, yang akan membawa kebahagian dan kedamaian yang diinginkan kepada dunia. “Jika seorang manusia seperti Muhammad dianggap kediktatoran dunia modern, dia akan berhasil memecahkan masalah-masalah yang akan membawa dunia kepada kedamaian dan kebahagiaan yang dibutubkan.” (George Bernard Shaw)

Yang Teragung

Majalah mingguan “TIME” edisi 15 Juli 1974 memuat opini-opini pilihan dari sejumlah sejarawan, penulis, kaum militer, pengusaha dan lainnya tentang masalah-masalah: “Siapa pemimpin besar dalam sejarah?” Beberapa mengatakan, Hitler; lainnya mengatakan, Gandhi, Budha, Lincoln dan yang disenangi lainnya. Tetapi Jules Masserman, seorang psikoanalis Amerika, membuat batas yang tegas dan memberi kriteria yang benar untuk menilai.
Dia berkata, “Pemimpin harus memenuhi 3 fungsi:
  1. Menyediakan petunjuk yang mensejahterakan,
  2. Menyediakan sebuah organisasi sosial di mana rakyat merasa relatif aman, dan
  3. Menyediakan mereka satu set keyakinan.”
Dengan 3 kriteria di atas dia meneliti sejarah dan menganalisanya: Hitler, Pasteur, Caesar, Musa, Confucius dan banyak lagi dan akhirnya menyimpulkan:
“Orang-orang seperti Pasteur dan Salk adalah pemimpin pada pengertian pertama. Orang-orang seperti Gandhi dan Confucius pada satu sisi serta Alexander, Caesar dan Hitler pada sisi lain adalah pemimpin pada pengertian yang kedua dan mungkin yang ketiga. Yesus dan Budha hanya masuk pada kategori ketiga saja. Boleh jadi pemimpin terbesar sepanjang masa adalah Muhammad, seorang yang menggabungkan ketiga fungsi tersebut, sedangkan untuk tingkatan yang lebih rendah adalah Musa.”
Berdasarkan standar obyektif yang dibuat Profesor Universitas Chicago, yang saya yakin adalah seorang Yahudi, Yesus dan Budha tidak termasuk dalam gambaran “Pemimpin-pemimpin besar umat manusia”, tetapi dengan sebuah kebetulah yang aneh, grup Musa dan Muhammad bersama-sama menambah bobot lebih jauh terhadap argumen bahwa Yesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa: Ulangan 18: 18 Like unto Thee -Seperti Musa!
Yang terhormat Pendeta James L. Dow dalam Collins Dictionary of the Bible memberi bukti lebih jauh, bahwa Yesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa: “Sebagai negarawan dan pemberi hukum, Musa adalah pencipta orang-orang Yahudi. Dia menemukan percampuran yang tidak tepat dari bangsa Semit, tidak ada satu pun dari … “Satu-satunya orang dalam sejarah yang dapat dibandingkan kepadanya adalah Muhammad.” (Pendeta James L. Dow)
Sebagai kesimpulan, saya akhiri dengan sebuah kutipan dari seorang pendeta Kristen, komentator Injil, yang kemudian diikuti perkataan Tuhannya:
“Kriteria utama dari nabi yang benar adalah karakter moral pengajarannya.” (Prof. Dummelow )
“Dari buahnya kita akan mengetahui mereka.” (Yesus Kristus)

Marilah Kita Bermusyawarah Bersama-sama

“Katakanlah, ‘Hai Ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang Iain sebagai sesembahan selain Allah’. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: ‘Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)’.” (QS. Ali ‘Imran:64)
“Ahli kitab” adalah sebutan penghormatan yang diberikan kepada orang-orang Yahudi dan Kristen di dalam Kitab Suci Al-Qur’an. Di sini umat Islam diperintahkan untuk mengajak -”Hai Ahli kitab!”- Hai orang-orang yang berilmu! Hai orang-orang yang menyatakan sebagai penerima wahyu, kitab suci; Marilah bermusyawarah bersama-sama mencapai konsep yang sama – “bahwa kita beribadah tidak kepada yang lain kecuali Allah, karena tidak ada selain Allah yang layak untuk disembah, bukan karena” …Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan Bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku.” (Injil – Keluaran 20:5) Tetapi karena dia Tuhan dan pemberi harapan kita, penyusun dan pendukung kita, patut untuk semua pujian, doa dan ketaatan.
Secara abstrak orang-orang Yahudi dan Kristen akan setuju terhadap ketiga hal di dalam ayat Al Qur’an itu. Dalam prakteknya mereka gagal. Terlepas dari penyelewengan ajaran dari kesatuan atas satu Tuhan yang benar (Allah Subha-nahu wa Ta’ala) ada pertanyaan tentang kependetaan suci, (hal ini juga diturunkan di antara kaum Yahudi), seperti jika seorang manusia belaka –Cohen, atau Paus, atau Pendeta, atau Brahma– dapat menyatakan keunggulan terpisah dari pengetahuan dan kemurnian hidupnya, atau dapat berdiri di antara manusia dan Tuhan dalam beberapa pengertian khusus. Islam tidak mengenal kependetaan.
Keyakinan Islam diberikan kepada kita di sini dalam sebuah bentuk singkat:
“Katakanlah (hai orang orang mu’min), ‘Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan ‘Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Rabbnya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepadaNya’.” (QS. Al-Baqarah: 136).
Posisi umat Islam jelas. Seorang Muslim tidak menyatakan mempunyai sebuah agama khusus untuk dirinya sendiri. Islam bukanlah agama suatu golongan atau etnis. Dalam pandangannya semua agama adalah satu, karena kebenaran adalah satu: Islam adalah agama yang sama dengan agama yang telah disampaikan oleh nabi-nabi terdahulu. (QS. Asy-Syuura: 13). Semua kitab-kitab tersebut mengajarkan kebenaran. Intinya adalah kesadaran akan kehendak dan rencana Allah serta ikhlas dalam ketaatan atas rencana itu. Jika seseorang menginginkan sebuah agama selain itu, dia menyalahi kodratnya, dan menyalahi keinginan dan rencana Allah. Seperti tidak seorang pun dapat mengharap petunjuk, padahal ia dengan pertimbangan mendalam telah meninggalkan petunjuk.
UTUSAN TERAKHIR
“… dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad). (QS. Ash-Shaff:6).

Berbagai Segi Suksesi

Suksesi mempunyai banyak bentuk seperti hak asasi dari anak pertama dalam hukum Yahudi. Atau pengangkatan putra atau putri tertua ke tahta kerajaan atau dengan pemilihan, untuk memilih calon dengan pengumpulan suara terbanyak. Atau secara keagamaan, sebuah penunjukkan dengan ketetapan dari utusan yang dipilih Tuhan. Seperti pemanggilan Ibrahim, Musa, Yesus atau Muhammad Sallallahu Alaihi wa Sallam (semoga kesejahteraan dan keberkahan diberikan Allah atas mereka). Yang “ditunjuk” dalam pengabdian terhadap jabatan mereka.
Berbagai segi penggantian Yesus oleh Muhammad.
  1. Secara kronologis, dalam sejarah sebagai urutan kejadian dalam satu waktu
  2. Dipilih oleh Tuhan
  3. Sebagai pemenuhan ramalan pendahulunya, dan yang terakhir tetapi bukan yang paling tidak berarti adalah…
  4. Dengan membawa petunjuk Tuhan untuk penyempurnaan. “Karena Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” kata Yesus Kristus.

Menurut Sejarah

Nabi Musa mendahului Yesus Kristus kira-kira 1300 tahun dan Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam menggantikan kekosongan setelah Yesus kira-kira 6 abad kemudian.
Tanggal 12 Rabi’ul ‘Awwal tahun Gajah, atau 29 Agustus 570 Masehi, Muhammad yang patut dipuji, lahir di kota suci Makkah, Arab, di daerah penyembah berhala. Masyarakatnya, yaitu orang-orang Quraisy mengingat tahun kelahirannya sebagai “Tahun Gajah”, karena 2 bulan sebelum kelahiran beliau, Abraha Al-Ashram, Raja muda Abesinia, dari Yaman, memimpin pasukannya dengan mengendarai seekor gajah Afrika yang besar, menyerang tempat perlindungan suci tersebut. Kilasan ketakutan tak pernah terhapus dari ingatan mereka dan masih terdapat goncangan akibat serbuan tersebut. Kerusakan yang mengerikan oleh Abraha dan tentaranya dicatat dalam Surat Al-Fiil atau Gajah:
“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Rabb-mu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia? Dan, Dia mengirim mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). (QS. Al-Fiil: 1-5)

Standar Allah

Allah Yang Maha Kuasa memilih sendiri utusan-Nya. Dia menggunakan standar-Nya meskipun kita mungkin tidak selalu mengerti hikmahnya. Paulus menyerukan keganjilan ini:
“Orang-orang Yahudi menghendaki tanda, dan orang-orang Yunani mencari hikmat.” (Injil Korintus 1:22).
Tetapi orang sebijaksana Paulus, menemukan bahwa kebijaksanaannya adalah penghalang bagi orang-orang Yahudi dan kebodohan bagi orang-orang Yunani. Allah memilih Musa Alaihis-salam, seorang yang gagap dan buronan pengadilan. Kitab Suci Injil menyebutnya sebagai seorang yang tidak petah lidahnya (Keluaran 6: 11).
Menyadari kekurangannya ketika bertugas menghadapi Fir’aun, raja dzalim terbesar pada abad itu, Musa Alaihis-salam memohon kepada Allah Yang Penyayang:
“Berkata Musa, ‘Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku; (yaitu) Harun, saudaraku, teguhkanlah dengan dia kekuatanku, dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku, supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau, dan banyak mengingat Engkau. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Melihat (keadaan) kami. Allah berfirman, ‘Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa’.” (QS. Thahaa: 25-36).

Mengapa “Menurut Anggapan”?

Kemudian datang Yesus yang telah dipilih oleh Tuhan. Berdasarkan ajaran Kristen, dia adalah seorang tukang kayu dan anak seorang tukang kayu, dengan sebuah keraguan silsilah sebagaimana tercatat dalam Injil:
“Dan, Yesus berumur kira-kira 30 tahun dan (menurut anggapan orang) ia adalah anak Yusuf … ” (Injil – Lukas 3:23).
Yesus saat ini dikenal oleh satu milyar umat Islam lahir secara ajaib –tanpa campur tangan seorang pria. Pengikut–pengikut Kristus membuat 2 silsilah terpisah untuk seorang manusia yang tidak mempunyai silsilah. Di antara Kitab Matius dan Lukas mereka memberi utusan Tuhan yang hebat ini 66 ayah dan kakek. Dan dari kedua daftar yang terpisah ini hanya satu nama yang sama yaitu Yoseph si tukang kayu, yang tak cocok di manapun karena seperti yang tercatat dalam Lukas di atas, dia hanya ayah Yesus menurut anggapan orang.

Bahkan Para Uskup Ragu

Dalam sebuah “Survey para uskup Anglican yang mengejutkan” pada bulan Juni 1984 mengungkapkan bahwa 31 dari 39 uskup berfikir bahwa. “Keajaiban Kristus, kelahiran perawan dan kebangkitan, mungkin tidaklah terjadi persis seperti yang dilukiskan di dalam Injil”.
Berbeda dengan para uskup gereja Inggris (“Anglican”), gereja Scotlandia dengan sangat hormat menghilangkan setiap referensi untuk “kelahiran perawan” dari penerbitan terbaru Sebuah Pernyataan tentang Keyakinan (A Statement of Faith). Topik tentang keajaiban Yesus semakin memanas di kalangan Kristen Barat untuk menanganinya seperti Anda lihat di sini:
The Daily NewsDurban, Selasa, 22 Mei 1990
Kelahiran Perawan Dihilangkanoleh Gereja ScotlandiaLONDON: Surat referensi langsung untuk kelahiran perawan telah dihilangkan dari penerbitan baru gereja Scotlandia, Sebuah Pernyataan tentang Keyakinan, untuk “menghindari perpecahan yang mungkin terjadi di antara anggota gereja”.
Pendeta David Beckett, sekretaris partai pekerja khusus yang menerbitkan pengumuman tersebut, berkata bahwa penghilangan tersebut akan memindahkan gereja Scotlandia dari teologi Katholik Anglican yang tradisional menjadi golongan gereja Inggris yang lebih liberal, yang diperjuangkan oleh uskup Durham, David J. Jenkins.
Dokumen baru tersebut didebat oleh Sidang Umum Tahunan Gereja Scotlandia di Edinburg: Dirancang untuk menyampaikan pengakuan Westminster, ditulis tahun 1640, dalam bahasa yang lebih baru, panel gereja dalam doktrinnya juga mengambil kesempatan untuk menyesuaikan teks pada kelahiran perawan.
Tuan Beckett berkata, “Kami ingin datang dengan sebuah pernyataan yang menyatukan dari pada memecah belah. Seseorang yang akan disambut oleh seluruh gereja, tidak hanya yang menerima kelahiran perawan sebagai fakta sejarah, tetapi juga oleh orang-orang yang menganggapnya lebih sebagai teologi bergambar.
Klaim para pemimpin gereja bahwa pengakuan Westminster belum diganti, hanya merupakan ringkasan dan pembaharuan.
–Dinas Urusan Luar Negeri–

Tuhan Memilih Yesus

Meskipun secara spirituil Yesus Kristus sangat kaya akan kebijaksanaan, cahaya dan kebenaran; hatinya senang berfilsafat tentang peminta-minta di dunia, ketika dia berkata,
“Datanglah seorang perempuan kepadanya (Yesus) membawa sebuah buli-buli pualam yang berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus …”
Melihat itu murid murid gusar dan berkata: “Untuk apa pemborosan ini?
Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.
… Yesus berkata kepada mereka … Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama sama kamu.” (Injil – Matius 26:7-11)
Tetapi ketika kemiskinan tampak di wajahnya, ketika kemelaratan, kekurangan dan kebutuhan menimpanya, ia menangis kesedihan:
“Dan, Yesus berkata kepadanya, ‘Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi anak manusia (mengacu kepada dirinya sendiri) tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalanya’.” (Injil – Matius 8:20 juga diulang pada Lukas 9:58).
Dan Tuhan memilihnya (Yesus): unik dan tak dapat dimengerti, adalah cara Tuhan!

Mustafa Orang Pilihan

“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rosul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (as-Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al–Jumu’ah: 2).
Mengagumkan sebagaimana yang terlihat. Saya tidak kagum lagi! Inilah cara-Nya, Dia memilih seorang ummi, nabi yang buta huruf untuk sebuah bangsa yang ummi, buta huruf.
“Masyarakat penggembala yang miskin, mengembara tidak dikenal di padang pasir sejak penciptaan dunia. Seorang Nabi pahlawan telah diutus untuk mereka dengan sebuah kata yang dapat mereka percaya: Perhatikan, tidak dikenal menjadi terkemuka di dunia, yang kecil telah tumbuh menjadi dunia besar. Dalam satu abad kemudian Granada (Spanyol) telah berada di tangan bangsa Arab dan Delhi (India) di tangannya yang lain. Memantulkan keberanian, kemegahan dan cahaya kecerdasan, Arab menyinari sebagian besar dunia dalam waktu yang lama. Keyakinan adalah hebat, memberikan kehidupan. Sejarah sebuah bangsa menjadi bermanfaat, meninggikan jiwa, hebat, secepat keyakinannya. Bangsa Arab ini, Muhammad, dan satu abad tersebut, tidak lah seperti jika bunga api jatuh, sebuah percikan, pada dunia yang terlihat hitam, padang pasir yang tak terkenal; tetapi pasir ternyata mesiu yang meledakkan, nyala api surga dari Delhi sampai Granada! Saya katakan, manusia yang besar selalu seperti cahaya surga. Manusia yang lain menunggunya seperti bahan bakar, dan kemudian mereka semua akan berkobar juga.”
Demikian penutup pidato Thomas Carlyle, salah seorang pemikir terbesar abad lalu. Saat itu hari Jum’at, 8 Mei 1840. Temanya: “Pahlawan sebagai Nabi”. Pendengarnya: adalah umat Kristen Anglican – Inggris.

Umat Pilihan

Tuhan memilih utusan-Nya, Tuhan memilih umat-Nya. Di dalam kerajaan spiritual tidak ada bangsa menyerupai bangsa Yahudi dan Musa dibuat meratap menghadapi kaumnya:
“Bahkan kamu menentang Tuhan, sejak aku mengenal kamu.” (Injil – Ulangan 9:24).
Pada surat wasiat terakhir Musa Alaihis-salam bangsa Israel membuat frustrasi utusan yang lemah lembut yang terpaksa mencerca dalam menghadapi sikap yang sombong dan keras kepala kepada petunjuk Tuhan.
“Karena aku mengetahui pembangkanganmu, dan kekakuan tengkukmu Lihatlah, selagi aku hidup bersama-sama dengan kamu, kamu sudah menjadi pembangkang terhadap Tuhan, terlebih lagi nanti sesudah aku mati.” (Injil – Ulangan 31: 27).
Aduh, benar sekali! Saya tidak akan berfilsafat pada pilihan Tuhan. Tetapi pada bab berikut api kemarahan Tuhan menyala dari sebesar lilin sampai lautan api dan dia mengutuk orang-orang Yahudi.
“Mereka membangkitkan cemburuku dengan yang bukan Allah, mereka membuatku marah dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan akan membuat mereka marah dengan bangsa yang bodoh. (Injil – Ulangan 32:21).

Pengganti Orang-orang Yahudi

Setiap orang yang mempunyai sedikit pengetahuan tentang Injil akan dapat menebak siapa yang di mata orang-orang Yahudi rasis dan sombong ini “bukan sebuah umat” –sesuatu yang tidak berarti dan “bangsa yang bodoh” jika bukan sepupu mereka keturunan Ismail– bangsa Arab yang dalam kata-kata Thomas Carlyle telah “mengembara tidak dikenal di padang pasir sejak penciptaan dunia!?”
BANGSA ARAB: Alexander Agung telah mengabaikan mereka; bangsa Persia mengabaikannya; Bangsa Mesir mengabaikannya; bangsa Romawi mengabaikannya. Adalah tanggung jawab mutlak setiap bangsa untuk menaklukkan dan menjajah mereka. Tetapi sang Pencipta tidak mengabaikan mereka. Dia mengangkat mereka dari kegelapan yang dalam dan mengubah mereka menjadi obor cahaya dan pengetahuan dunia. “Aku akan membangkitkan rasa cemburu orang-orang Yahudi.” Kecemburuan ini adalah penyakit yang tertanam. Ingat, Sarah dan Hajar, 2 istri Abraham (Ibrahim) Alaihis-salam –sahabat Tuhan. Kecemburuan Sarah diwariskan ke anak-anaknya dan pada bangsa serta pada suku bangsa yang belum lahir.
Belum lama ini saya membaca sebuah buku penemuan obat yang ditulis oleh seorang paramedis Yahudi. Sayangnya saya tidak dapat mengingat nama penulisnya dan gagal mendapatkan kembali buku tersebut. Bagaimanapun, kata-kata pembayaran upeti yang ditulis oleh penulis Yahudi ini kepada saudara semitnya (Arab) telah membuat kesan yang tak dapat dihilangkan dalam ingatan saya. Dan saya mengutip dari ingatan saya:
“Pengendara Goatherd (kambing?) dan unta duduk pada singgasana kaisar “
Penuh kedengkian, kesengitan, kekasaran, tetapi bagaimanapun juga benar! Ini yang telah dilakukan Tuhan dan selalu dilakukan. Dia menghormati siapa yang diinginkan-Nya. Inilah apa yang dilakukan untuk menunjukkan kekuatan tangan-Nya (Kekuasaan).
“Dan jika kamu berpaling (dari keimanan) niscaya Allah akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).” (QS. Muhammad: 38)
“Hal ini benar-benar satu dari keajaiban sejarah terbesar bahwa dari Arab yang terbelakang telah meledak suatu kelompok manusia, sahabat nabi, yang dalam beberapa abad dapat menciptakan peradaban yang bagus sekali, meluas dari tumpukan kayu bakar sampai tembok Cina.” (Abdul Wadod Shalabi dalam “Islam Religion of Life.)

Peringatan Terakhir

Yang terdahulu adalah benar-benar pemenuhan Yesus Kristus, nabi terakhir dari nabi-nabi besar Yahudi, menimbulkan perkiraan atas penempatan ras Yahudi yang salah dalam bimbingan spiritual manusia. Dalam firman Tuhan sendiri:
“Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa kerajaan Allah? akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah kerajaan itu.” (Injil – Matius 21: 23).
DALAM FIRMAN TUHAN

Satu saja Ramalan Penuh

“Dan (ingatlah ketika Isa Putra Maryam berkata, ‘Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad’ …” (QS. Ash-Shaff:6).

Sebuah Ciri Umum

Hanya dari pandangan sekilas, pembacaan yang cepat, penglihatan yang tergesa-gesa pada ayat-ayat sebelumnya, seorang Muslim akan puas bahwa Yesus Kristus benar-benar meramalkan kedatangan Nabi Muhammad, utusan Allah. Orang Islam dibuat bingung atas kekeras-kepalaan, kesombongan dan lorong impian orang Kristen yang menghalanginya melihat cahaya dari dalam dirinya dan mendengar-kan hati nuraninya sehingga tidak dapat mengenali kejelasan tersebut.
Orang Kristen pada gilirannya dibingungkan pada ke-keras-kepalaannya yang membatu dari orang-orang Yahudi, bangsa yang dikaruniai kecerdikan yang kreatif, meskipun terdapat 1001 ramalan pada kitab mereka (Perjanjian Lama) sehubungan dengan kedatangan Mesias secara keseluruhan mereka tidak mampu mengenali Tuhan dan ‘Juru Selamat’ mereka. Apakah mereka (umat Kristen dan Yahudi) buta?
Tidak. Orang-orang Yahudi atau Kristen tak seharusnya tahan terhadap kebenaran. Permasalahannya adalah bahwa kita semua membuat persangkaan sejak kecil. Orang-orang Amerika menyebutnya telah ‘diprogram’.
Membaca ayat-ayat secara biasa atau mendengarkan ceramah-ceramah dan mendapatkan kepuasan atas diri sendiri dalam pengetahuan tidak akan menolong penyebaran kebenaran. Saat ini adalah abad ‘Everyman’ (setiap orang). Abad profesi telah berlalu. Adalah tugas setiap Muslim pria, wanita, atau anak-anak untuk terlibat, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Ingatlah ayat di atas dengan artinya juga kutipan yang mendahului dan mengikutinya sehingga Anda mempunyai bekal untuk membagi dien kita dengan non-Muslim. Tak ada jalan pintas untuk berda’wah!

Hasilkan Buktimu!

Mungkin saja ini bukan pertama kalinya Anda membaca atau mendengar tentang ramalan-ramalan dalam kitab Yahudi atau Kristen sehubungan dengan kedatangan utusan Allah yang terakhir dan penghabisan Muhammad, rahmat bagi semua manusia. Dan mungkin pada suatu waktu Anda telah melakukan sedikit usaha dengan ragu-ragu mengusulkan bahwa Nabi Muhammmad diramalkan dalam Injil. Tetapi ketika dibutuhkan bukti, Anda sama sekali tidak dapat, karena Anda tak pernah melakukan persiapan diri. Ingat, tak ada yang dapat menggantikan pekerjaan berat. Saya yakin atas apa yang saya katakan dan saya lakukan apa yang saya ucapkan. Insya Allah.
Saya pribadi mempunyai ingatan berjenis-jenis pilihan dari Injil dalam selusin bahasa yang berbeda-beda, termasuk bahasa Arab dan Ibrani. Bukan untuk pameran tetapi karena pembuktian potongan-potongan agama ini menimbulkan berjenis-jenis kelompok bahasa yang berguna untuk menda’wahkan keyakinan kita. Bahasa adalah kunci untuk memahami hati suatu kaum.

Di Tanah Fir’aun

Tanpa banyak jaminan, saya terlantar di Kairo karena kekurangan Visa masuk. Seorang pria ramah dari Al-Azhar, yang sedang mencoba menolong kami mendapatkan dokumen yang diperlukan, menjadi putus asa dengan keterlambatan tersebut. Karena harus melaksanakan shalat Jum’at, Ia menarik saya dan anak laki-laki saya, Yusuf, menuju seorang wanita Mesir yang masih muda, berpakaian rapi ala Barat.
Setelah mengeluarkan banyak usaha dan waktu, wanita tersebut kembali kepada kami dengan kabar baik. “40 dolar”, dia berkata.
Saya bertanya, “Untuk apa?” ‘
“Untuk Visa”, dia menjawab. 20 dolar untuk saya dan 20 dolar untuk anak saya.
“Tetapi saya seorang tamu pemerintah”, saya memaksa. Dia berkata bahwa dia tidak tahu apa-apa tentang itu, maka saya tersenyum dan membayar.
Dari pembicaraan dan sikap wanita tersebut, saya merasa dia seorang yang berpendidikan dan berbudaya, sehingga tanpa ragu-ragu saya menanyakan lagi namanya dalam bahasa Arab yang terpatah-patah. Tetapi, namanya terlalu asing bagi saya untuk mengingatnya. Saya menanyakannya lebih jauh: “Apakah Anda seorang muslim?”
Dia berkata: “Tidak, saya seorang Kristen Mesir.” Ini pembukaan yang saya tunggu-tunggu. Saya mulai: “Tahukah Anda bahwa sebelum Yesus Kristus meninggalkan dunia, beliau memberi tahu murid-muridnya,” dan saya mulai mengutip, sekarang dengan bahasa Arab yang sangat teliti sekali, sebuah ayat dari Injil berbahasa Arab, yang saya ingat untuk kesempatan khusus seperti ini:
Terjemahannya: Saya tidak perlu menterjemahkan bahasa Arab di atas kepadanya, karena sebagai seorang Arab dia mengerti ayat ini dengan sempurna. Tetapi agar dapat bermanfaaat bagi orang-orang yang tidak mengetahui bahasa Arab saya akan memberikan yang tepat sama dari Injil berbahasa Inggris, di mana saya telah bersusah payah mengingatnya dalam sebagian waktu saya. Anda juga dapat memanfaatkan sebagian waktu tersebut jika Anda benar-benar mencintai Dien Allah dan berharap untuk membaginya dengan yang lain.
“Namun, Aku mengatakan kebenaran ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu. Tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.” (Injil – Yohanes 16:7).

“Al-Moouzzi” Sang Penghibur

Saya sangat memohon kepada saudara saya yang dapat membaca kutipan berbahasa Arab untuk mengingatnya bersama dengan terjemahan Inggris di atas dan mencari kesempatan untuk menggunakannya. Pelajari ayat-ayat tersebut bersama dengan bahasa lain yang Anda ketahui. Tentunya akan ada perbaikan pada kelancaran dan keahlian Anda dalam mengajarkan Islam ke orang lain.
Kata “comforter (penghibur)” di atas dalam bahasa Arabnya adalah “Al-Maaouzzi”. Saya bertanya pada wanita tersebut: “Siapakah Al-Maaouzzi pada ramalan tersebut?”
Dia berkata, “Saya tidak tahu”.
Dia jujur. Maka saya mengatakan bahwa kami diberitahu dalam Al-Qur’an bahwa Yesus Kristus telah berkata kepada murid-muridnya:
“… dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad) … ” (QS. Ash-Shaff 6).
Saya melanjutkan, “Ahmad ini nama lain untuk Muhammad, dan Muhammad adalah Moouzzi “
“Sangat aneh,” dia berseru, “Orang-orang Mesir ini” (maksudnya umat Islam Mesir) “mengajak kami ke bioskop, mereka mengajak kami” (maksudnya wanita kristen) “untuk menari, tetapi tidak ada yang pernah mengatakan Moouzzi ini!” Melalui wanita tersebut Allah Subhanahu wa Ta’ala mempersenjatai saya dengan palu seberat 14 pound sebelum meninggalkan bandara Kairo, Alhamdulillah! Dan, saya telah mempergunakan palu tersebut.
Kesatuan penjelasan tentang Penghibur/Al-Moouzzi pada Yohanes 16:7 dan Ahmad/Muhammad pada kitab suci Al-Qur’an surat Ash-Shaff ayat 6 akan diletakkan dalam tempat ketika menjelaskan ayat tersebut di awal bab ini.

Pembenaran Yang Berkaitan Dengan Injil

Ingat, pada abad 6 Masehi, ketika Muhammad melagukan firman Allah yang secara sistematik “diletakkan dalam mulutnya” Injil berbahasa Arab belum diterjemahkan. Beliau tak mungkin pernah mengetahui bahwa dia sedang memenuhi dan membenarkan ucapan pendahulunya (Yesus) untuk isinya.

Hanya Untuk Bangsa Israel

1 . Yesus hanya untuk Bangsa yahudi

“Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata, ‘Hai Bani Israil sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu (bangsa Yahudi).” (QS. Ash-Shaff 6)
“Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka, “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Injil Matius 15: 5-6).

Bukan Untuk Anjing-anjing

“Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru, ‘Kasihanilah aku, ya Tuhan, anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.’ Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya, ‘Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak.’ Jawab Yesus, ‘Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.’ Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata, ‘Tuhan, tolonglah aku.’ Tetapi Yesus menjawab, ‘Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing’.” (Injil Matius 15: 5-6)
Hal tersebut menandai Nabi Yahudi ini, bahwa Ia melakukan apa yang diajarkannya. Dalam hidupnya dia tidak pernah mengajak orang yang bukan Yahudi. Dan dalam memilih pilihannya (12 muridriya) Ia meyakinkan bahwa mereka termasuk sukunya sehingga ramalan lainnya terpenuhi:
“… apabila Anak Manusia bersemayam di tahta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikuti Aku, akan duduk juga di atas tahta untuk menghakimi ke-12 suku Israel….” (Injil – Matius 19: 28).

2. Tidak Ada Agama Baru

‘Membenarkan kitab (yang turun) sebelumku.” (QS. Ash-Shaff:6).
Mesias bukanlah utusan yang lemah di antara orang-orang Yahudi. Seperti pendahulunya Amos dan Ezekkiel atau Isaiah dan Jeremiah, Dia keras dalam penghukumannya terhadap formalisme dan kemunafikan bangsa Yahudi. Pendekatannya yang baru dan da’wahnya yang agresif telah membuat kecurigaan tertentu di antara hirarki keagamaan. Ahli menulis dan orang-orang munafik mendatanginya berkali-kali untuk menguji kesejatiannya.
Untuk menghilangkan kecurigaan mereka bahwa dia tidak membawa agama baru dan bahwa dia adalah pembenar semua ajaran terdahulu sebelumnya. Dia berkata,
“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu, ‘Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada oranglain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam kerajaan Surga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga’.” (Injil -Matius 5:17-19).
Bandingkan rangkaian kata ini: “Membenarkan kitab yang turun sebelumku” kata-kata di awal bab ini dengan 3 ayat Matius di atas, dan Anda akan menemukan bahwa tidak ada gaya penulisan yang panjang lebar dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an menyampaikan pesan Allah dengan singkat, jelas dan teliti.
“Bapak kebenaran memilih nabinya, dan dia berbicara kepada mereka dalam suara yang lebih kuat dari suara petir”. (Sayed Amir Ali dalam The Spirit of Islam. )
Al-Qur’an telah datang untuk membenarkan, memperbaiki dan menyempurnakan wahyu, atau apapun yang di kirinya dalam sisi tak berguna.
“Tidaklah mungkin Al-Qur’an ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al-Qur’an itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Rabb semesta alam.” (QS. Yunus: 37).

3. Berita Baik

“Memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasu1 yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” (QS. AS-Shaff 6).
Saya tidak akan meminta maaf, atau datang untuk meminta maaf atas pengembangan komentar kata per kata di sini pada kata “Ahmad” dari terjemahan Yusuf Ali yang berbahasa Inggris. Tetapi sebelum saya melakukan hal tersebut izinkanlah saya memberi penghargaan yang sesuai kepada: Kompleks percetakan Kitab Suci Al-Qur’an Raja Fahd di Madinah Al-Munawwarah yang telah mendistribusikan jutaan Al-Qur’an dalam berbagai bahasa.
Alasan mereka menggunakan Yusuf Ali sebagai dasar cetak ulangnya disimpulkan dalam kata-kata berikut ini:
“Pada masa lalu sejumlah individu telah berspekulasi menterjemahkan Al-Qur’an, tetapi hal itu umumnya adalah usaha pribadi, sangat dipengaruhi oleh persangkaan mereka. Untuk menghasilkan terjemahan bebas dari persangkaan individu, sebuah keputusan raja (No. 19888 tanggal 16/8/ 1400 H dikeluarkan oleh petugas dua masjid suci, Raja Fahd Ibnu Abdul Aziz, yang pada waktu itu menjabat wakil Perdana Menteri. Terjemahan almarhum Ustadz Yusuf Ali dipilih karena karakteristiknya yang berbeda, seperti gaya bahasa yang bagus dan tinggi sekali, pemilihan kata yang dekat dengan arti teks asli, ditambah dengan komentar dan catatan ilmiah.” (Presiden “Islamic Researches”, Ifta, Penyeru dan Penuntun.).
Di luar 6 ribu catatan penjelasan yang terdapat dalam terjemahan Yusuf Ali, berikut ini hanyalah satu dari tiga penjelasan ramalan dalam Firman Yesus sehubungan dengan kedatangan Muhammmad Shallallahu Alaihi wa Sallam, Sang Utusan Tuhan.
Catatan No. 5438:


“Ahmad” atau “Muhammad”, orang yang mulia, adalah terjemahan dari kata Yunani Periclytos. Pada kitab Yohanes 14: 16; 15: 26, dan 16: 7, kata “Comforter” dalam versi Inggris sepadan untuk kata Yunani “Paracletos” yang berarti “penghibur” seorang yang terpanggil untuk menolong orang lain, teman/sahabat yang baik, lebih dari sekedar ‘Comforter’. Para doktor berpendapat bahwa Paracletos adalah pembacaan yang menyimpang dari Periclytos, dan dalam firman asli Yesus ada ramalan tentang nabi suci yang bernama Ahmad. Bahkan jika kita bacaParaclete, di sana tersirat Nabi Suci, “yang penyayang untuk semua mahluk” (QS. Al-Anbiya:107) dan “paling baik dan penyayang kepada pengikutnya” (QS. At-Taubat: 128) Lihat juga catatan 416 untuk Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 81.

4. Qs. Ash-Shaff:6

“Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, ‘Ini adalah sihir yang nyata’.” (QS. Ash-Shaff 6).
Jadi hal tersebut menyimpulkan Al-Qur’an surat Ash-Shaff ayat 6. Dalam sebuah diskusi: “Nabi Islam telah diramalkan dalam banyak cara; dan sejak ia muncul selalu membawa banyak bukti yang nyata, karena seluruh hidupnya dari awal sampai akhir adalah sebuah keajaiban yang besar. Dia berjuang dan selalu menang melawan orang-orang aneh. Tanpa belajar dari manusia, ia mengajarkan kebijaksanaan tertinggi. Ia meluluhkan hati yang membatu, dan mengokohkan hati yang lembut dan membutuhkan dorongan. Dalam setiap perkataan dan perbuatannya, orang yang bermata jeli dapat melihat peranan tangan Allah. Namun orang-orang yang skeptis menyebutnya sihir, sulap atau ilmu gaib.
“Sihir dan sulap! Bukan, bukan! Hati yang tajam dan agung ini, bergejolak, mendidih seperti tungku pembakaran pemikiran-pemikiran, bukanlah milik seorang pesulap.” (Thomas Carlyle, hal. 88 dalam bukunya Heroes and Heroworship.)
Dan mereka menyebut pemenuhan ramalan yang ajaib itu sebagai kekuatan ghaib, tukang sulap, guna-guna –yang menjadi fakta paling kuat dalam sejarah manusia– Islam!
MUHAMMAD ADALAH “PARACLETE”Untuk pencari kebenaran yang tulus jelaslah bahwa Muhammad adalah Paraclete atau penghibur yang dijanjikan, juga disebut penolong, penyokong, penasehat dan lain-lain dalam ramalan-ramalan tentang Yesus yang terdapat dalam Injil Yohanes. Terdapat jutaan umat Kristen pria dan wanita seperti wanita yang baik pada bandara Cairo yang menyatakan sangat membutuhkan pesan terus terang yang sederhana ini. Kita hanya dapat menangis dengan Yesus untuk ucapan kita yang tidak pantas.
“Hasil panen sebetulnya melimpah, tetapi pekerja sedikit.” (Injil-Matius 9:37).

Bahasa Yesus

Dalam Kitab Suci Al-Qur’an Allah Yang Maha Kuasa menempatkan nama “Ahmad” yang merupakan nama lain dari Muhammad dalam mulut Yesus. Para pendebat Kristen, pembangkang Injil dan pengabar kebenaran secara sembrono mengejek gagasan tersebut. Misionaris Kristen tidak me-nyangkal bahwa Yesus memang membuat sebuah ramalan tentang seseorang yang akan datang sesudahnya, tetapi “Ahmad” baginya kelihatan tidak masuk akal.
Nama yang paling umum diterima oleh umat Kristen adalah “Penghibur”. Tidaklah menjadi masalah penghibur atau istilah yang lain. Kami tetap menggunakan penghibur seperti digunakan dalam terjemahan populer “King James Version”.
Tanyakan musuhmu, pembantahmu, apakah Yesus berbicara dalam bahasa Inggris? “Pasti tidak!” itu yang dikatakan setiap umat Kristen. Jika Anda membicarakannya dengan orang Kristen Arab maka Anda dapat menanyakan, “Apakah Tuhannya menggunakan kata-kata Mooouzzi?” Tentu saja tidak, karena Arab bukan bahasanya. Apakah Yesus meramalkan “Umthokozisi?” (Penghibur dalam bahasa Zulu) atau “Trooster” dari Injil Afrika? Jawabannya tentu tidak.
Umat Kristen telah membual dengan cerdik bahwa mereka sekarang telah menterjemahkan Injil secara lengkap ke dalam ratusan bahasa yang berbeda dan lebih dari 2000 Perjanjian Baru (di dalamnya ramalan tersebut berlimpah-limpah) dengan bahasa dan dialek yang berbeda-beda, jadi orang-orang pintar Kristen telah menemukan lebih dari 2000 nama dalam 2000 bahasa yang berbeda untuk satu orang calon –Penghibur!

Pneuma: Hantu Atau Roh

Pemuka gereja telah membuat kesalahan dengan menterjemahkan nama orang, di mana mereka tidak berhak melakukan hal tersebut. Contohnya Esau menjadi Yesus, Messiah menjadi Kristus, Cephas menjadi Peter dan lain-lain.
Yang paling dekat dengan pengucapan Yesus yang asli dalam naskah Kristen adalah kata-kata Yunani “Paracletos” , yang juga harus ditolak karena Tuhan tidak berbahasa Yunani. Tetapi marilah jangan mempersulit tujuan diskusi ini dan menerima Paracletos dalam bahasa Yunani dan persamaannya dengan Comforter dalam bahasa Inggris.
Tanyakan setiap orang Kristen yang pandai siapakah yang dimaksud Sang Penghibur itu? Anda akan mendengar -”Penghibur tersebut adalah Roh Kudus” dari Yohanes 14: 26. Kalimat ini hanya bagian dari ayat 26. Kita akan berurusan dangan seluruh ayat pada saatnya nanti. Tetapi mula-mula kita harus mendidik pola pikir umat Kristen berkenaan dengan kesalahan nama ini “Holy Ghost”. Pneuma adalah akar kata Yunani untuk ‘spirit’. Tidak ada pemisahan kata untuk ‘Ghost’ dalam naskah-naskah Yunani dalam perjanjian baru, dan umat Kristen saat ini membual tentang 24.000 naskah berbeda yang mereka miliki di mana tidak ada dua pun yang identik.
Para editor KJV (The King James Version) atau disebut AV (The Authorised Version) dan DOUAY (versi Katholik Roma) memilih kata ‘Ghost’ dari pada kata ‘Spirit’ ketika menterjemahkan pneuma’.
Para perevisi RSV (Revised Standard Version), versi Injil terbaru, sedang kembali, menurut mereka, kepada naskah-naskah paling kuno. Mereka dilukiskan sebagai “32 pelajar dari pemuka tertinggi, kembali dengan 50 umat yang bekerja sama” yang dengan berani mengganti kata ‘Ghost’ yang teduh dengan kata ‘Spirit’. Sejak saat ini Anda akan membaca dalam terjemahan modern “Comforter adalah Holy Spirit”. Bagaimanapun juga para penyeru dan penginjil Kristen dengan keras kepala berpegang teguh kepada ‘Ghost’. Mereka tidak akan memilih versi yang lebih baru. Adalah lebih baik memancing dengan umpan lama KJV dan RCV (Roman Catholic Version).
Dengan perubahan baru dalam kata ‘Spirit’, ayat dalam penelitian tersebut akan dibaca:
“Tetapi Sang Penghibur, yaitu ‘Roh Kudus’, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, dialah yang akan mengajarkan segala hal kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu” (Injil – Yohanes 14:26).
Anda tidak perlu menjadi pelajar Injil dari siapapun yang mampu untuk mengetahui bahwa ekspresi ‘yaitu Roh Kudus’ sebenarnya adalah penambahan. Hal tersebut seharusnya dalam tanda kurung, dalam tanda kurung besar, seperti kata-kata saya yang telah ditambahkan dalam kutipan, yaitu “(Penekanan ditambah)”. Meskipun para editor RSV telah menghilangkan lusinan penambahan dari versi standar yang mereka banggakan, mereka telah mempertahankan rangkaian kata yang mengejutkan ini, yang berlawanan dengan ramalan Yesus yang jelas pada masalah Penghibur itu sendiri.

‘Holy Spirit’ adalah Nabi Suci

1. Perlu diperhatikan bahwa tidak ada sarjana Injil yang ada pernah menyamakan “Paracletos” dari Yohanes dalam bahasa Yunani asli dengan “Holy Ghost”. Sekarang kita dapat berkata dengan mudah bahwa jika The Comforter (Sang Penghibur) adalah “Holy Spirit” maka Roh Suci itu adalah Sang Nabi suci!
Sebagai Muslim kita mengetahui bahwa setiap nabi yang benar dari Allah adalah suci dan tanpa dosa. Tetapi kapan pun ekspresi ‘Nabi Suci’ tersebut digunakan di antara umat Islam umumnya mengacu kepada Nabi Suci Muhammad. Jadi bahkan jika kita menerima pernyataan yang tidak pantas di atas ‘Comforter’ adalah ‘Holy Spirit’ sebagai kebenaran Al-Kitab, bahkan kemudian ramalan ini akan cocok sekali dengan Muhammad, tanpa perlu meluaskan artinya.
Seperti juga Yohanes, yang namanya dianggap telah sah dibuat dalam Injil, juga menulis 3 surat lagi, yang juga bagian dari Injil Kristen. Secara mengagumkan Ia telah menggunakan istilah yang sama ‘Holy Spirit’ untuk ‘Nabi suci’.
“Saudara-saudaraku yang terkasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. ” (Injil – 1 Yohanes 4:1).
Anda dapat mengamati bahwa kata roh yang digunakan di sini sama dengan seorang nabi. Roh yang benar adalah nabi yang benar, roh yang salah adalah nabi yang salah. Tetapi untuk apa yang dinamakan ‘kelahiran kembali’ kristen, yang melihat hanya dengan mata emosi, saya merekomendasikan bahwa mereka memakai Injil C.I Scofield’s Authorized King James Version yang dengan sebuah Komite editorial dari 9 Doktor Ilmu Theologia menambah catatan dan komentar mereka. Ketika mereka sampai pada kata pertama ‘spirit’ pada ayat di atas, mereka harus memberi sebuah pemberitahuan untuk membandingkan dengan Matius 7:15 yang menyatakan bahwa nabi yang salah adalah roh yang salah. Jadi berdasarkan Yohanes, roh kudus adalah nabi suci, dan nabi suci adalah Muhammad utusan Allah.

Tes Yang Benar

Tetapi Yohanes tidak membiarkan kita dalam awang-awang, menebak-nebak yang benar dari yang salah. Dia memberi kita sebuah tes baku untuk mengenali nabi yang benar tersebut, dia berkata,
“Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah” (Injil-1 Yohanes 4:2).
Berdasarkan penafsiran Yohanes sendiri pada ayat 1 di atas, kata roh adalah sama dengan kata nabi. Jadi ayat 2 ‘Roh Allah’ akan berarti ‘Nabi Allah’ dan ‘setiap roh’ sama dengan ‘setiap nabi’. Anda berhak mengetahui apa yang dikatakan Muhammad tentang “Yesus Kristus”.
Yesus Kristus disebut namanya tidak kurang dari 25 kali dalam Al-Qur’an. Beliau dihormati sebagai:
Isa Ibnu Maryam(Yesus, anak Maria)
As-Saaliihiin(Orang yang Shaleh)
Kalimatullah(Kalimat Allah)
Ruhullah(Roh Allah)
Masihullah(Juru Selamat Allah)
“(Ingatlah), ketika Malaikat berkata, ‘Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al-Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah). (QS. Ali ‘Imran: 45 ).

Muhammad Adalah ‘Yang Lain’

2. Sang Penghibur dalam Yohanes 14:26 tidak akan pernah menjadi roh kudus’ karena Yesus telah menerang-kan:
‘Aku akan meminta kepada Bapa; dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama lamanya.” (Injil – Yohanes 14:16).
Penekanan di sini adalah pada kata ‘yang lain,’ sebuah perbedaan, sebuah penambahan, tetapi dari jenis yang sama, namun berbeda dari yang pertama. Lalu siapa ‘penghibur pertama’? Dunia Kristen sepakat bahwa dalam kasus ini pembicara sendiri –Yesus Kristus adalah penghibur pertama; kemudian datanglah yang lain, seorang yang mengikuti haruslah alami, merasakan kondisi yang sama yaitu kelaparan, kelelahan, kesedihan dan kematian. Tetapi Penghibur yang dijanjikan ini harus “menyertai kamu selama-lamanya!” Tidak ada seorang pun hidup selamanya. Yesus meninggal maka Penghibur yang akan datang juga meninggal. Tidak ada anak manusia yang tidak mati!
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. “(Ali ‘Imran: 185).

Hidup Dalam Ajaran-ajarannya

Jiwa tidak benar-benar mati, tetapi ketika terpisah dari badan sewaktu tubuh mati, jiwa akan merasakan kematian. Tetapi Penghibur kita haruslah kekal (ada), kontinu, abadi selamanya. Semua Penghibur menyertai kita selamanya. Musa ada di sini dengan kita hari ini dalam ajarannya dan Muhammad juga di sini dengan kita dalam ajarannya hari ini. (Semoga kesejahteraan dan berkah Tuhan diberikan atas mereka semua). Ini bukan ide baru saya mencoba melurus-kan hal yang tak masuk akal tersebut. Saya mengatakan ini dengan keyakinan dan otoritas dari Yesus Kristus sendiri.
Dalam Lukas pasal 16, Yesus bercerita tentang “Orang kaya, orang miskin.” Ketika meninggal keduanya menemukan diri mereka pada sisi yang berlawanan –satu di sorga dan yang lainnya di neraka. Orang kaya (Dives) membara di neraka menangis kepada Bapa Ibrahim untuk mengirim si peminta-minta (Lazarus) untuk menghilangkan dahaganya. Tetapi ketika setiap permintaan jatuh, dia, sebagai kebaikan yang terakhir, meminta Bapa Ibrahim mengirim orang miskin tersebut kembali ke dunia untuk memperingatkan saudaranya yang masih hidup terhadap malapetaka yang akan datang jika mereka tidak memperhatikan peringatan Tuhan.
“Kata Ibrahim kepadanya, ‘Jika mereka (yang masih hidup di bumi) tidak mau mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka pasti tidak mau juga mendengarkan meskipun seseorang yang bangkit dari kematian’.” (Injil -Lukas 16: 31)
Yesus mengucapkan fakta di atas beberapa abad sesudah kematian nabi-nabi Israel seperti Jeremiah, Hosea, Zechariah dan lain-lain, dan lebih dari 1300 tahun sesudah Musa. Orang-orang munafik di jaman Yesus dan kita saat ini masih dapat mendengarkan “Musa dan Nabi-nabi tersebut”, karena mereka masih hidup, dan selalu menyertai kita melalui ajaran-ajaran mereka.

‘Kamu’ Pada Suatu Waktu

Jika dikatakan bahwa Sang Penghibur sudah dijanjikan untuk murid-murid Yesus dan tidak untuk umat 60 tahun kemudian:
“… dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama lamanya.” (Injil – Yohanes 14: 16).
Dengan mengejutkan, orang Kristen melihat tidak ada kesulitan dalam membenarkan pemenuhan ramalan tersebut “sejak dunia dimulai” dan setelah lebih 1000 tahun ketika Peter pada khotbah keduanya kepada orang-orang Yahudi, mengingatkan mereka,
“Bukankah Musa telah berkata kepada Bapa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu sama seperti aku. Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. (Injil – Kisah Para Rasul 3: 22)
Semua ‘mu’ (kamu) berasal dari kitab Ulangan bab 18, ketika menunjukkan orang-orangnya dan bukan orang-orang Yahudi pada masa Peter, 1300 tahun kemudian. Penulis kitab Injil telah meletakkan kata-kata mencurigakan yang sama di dalam mulut Tuan mereka yang meminta untuk pemenuhan untuk 2 ribu tahun. Saya rasa satu contoh saja sudah cukup:
‘Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepada-mu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungl kota-kota Israel, anak manusia sudah datang.” (Injil – Matius 10: 23)

Melintas Awan

Pengikut-pengikut Mesias yang pertama ini, selalu berlari, dengan sedih melarikan diri dari penganiayaan. Mereka berlari dari satu kota ke kota lain di Israel, menyusuri setiap awan tebal menunggu kedatangan Yesus yang kedua. Para misionaris melihat tidak ada ketidak normalan dalam 1000 tahun tidak terpenuhinya ramalan. Allah Yang Maha Kuasa tidak akan membuat mereka menunggu, bahkan seperempat waktu, kedatangan “paracletos” –penghibur atau Ahmad yang merupakan nama lain untuk seorang yang dimuliakan Allah menerima utusan Allah yang terakhir dan penghabisan ini– Muhammad!

Kedatangan Penghibur Yang Terkondisi

3. Penghibur pastilah bukan “Roh Kudus” karena kedatangan Penghibur sudah disyaratkan, di mana Roh Kudus tidaklah seperti yang kita amati dalam ramalan:-
“Namun benar yang kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.” (Injil – Yohanes 16: 7)
“Jikalau Aku tidak pergi, dia tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu “.
Terdapat sejumlah contoh pada kitab suci Injil tentang kedatangan dan kepergian Roh Kudus, sebelum kelahiran dan keberangkatan Mesias. Silahkan periksa referensi berikut ini dalam Injil Anda:
Sebelum Kelahiran Kristus (B.C.):
l. “… dan Ia (Johannes Sang Pembaptis) akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya.” (Injil-Lukas 1:15)
2. “… dan Elisabeth pun penuh dengan Roh Kudus,” (Injil -Lukas l:41)
3. “Dan Zakaria, ayahnya, penuh dengan.Roh Kudus.” (Injil – Lukas 1: 67)
Sesudah Kelahiran Kristus (A.C.):
4. “… Roh Kudus ada di atasnya (Simon).” (Injil – Lukas 2: 25)
5. “Dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya (Yesus).” (Injil – Lukas 3: 22)
Dari kutipan di atas, sebelum dan sesudah kelahiran Yesus, seseorang tidak dapat berhenti memuji Lukas yang tampil menjadi spesialis pada Roh Kudus. Kita lebih baik bertanya pada umat Kristen, sesudah turunnya “merpati”, dengan pertolongan siapa Yesus membuat banyak keajaiban jika tidak karena pertolongan Roh Kudus? Biarkan Dia sendiri yang mengatakan pada kita. Ketika dituduh oleh kaumnya sendiri, orang-orang Yahudi, bahwa dia melakukan keajaiban tersebut berserikat dengan Beelzebub (kepala syaitan), Yesus menanyakan pertanyaan retoris kepada mereka: “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?” Orang-orang Yahudi menyalahkan bahwa kesucian Roh ini –Roh Tuhan– yang telah menolongnya, adalah jahat sekali. Ini adalah penghianatan dari perintah tertinggi. Jadi dia memberi mereka sebuah peringatan yang menakutkan:
“… Tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diam-puni ….” (Injil – Matius 12: 31 )
‘Roh Kudus’ ini tidak lain dari apa yang telah dilukis-kan Matius sendiri dalam 3 ayat sebelum mengutip ucapan Tuannya:
“Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” (Injil – Matius 12: 28)
Bandingkan dengan pernyataan yang sama oleh penulis kitab yang lain.
“Tetapi jika Aku mengusir setan dengan.kuasa Allah, maka sesungguhnya kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” (Injil – Lukas 11: 20)
Anda tidak perlu menjadi pelajar injil (sekolah gereja?) untuk mengerti bahwa ekspresi (a) “Kuasa Allah” (b) “Roh Allah” dan (c) “Roh Kudus” adalah rangkaian kata yang sama. Jadi Roh Kudus menolong Yesus dalam kementriannya. Roh Kudus tersebut juga menolong murid-muridnya dalam misi da’wah dan penyembuhan mereka. Jika masih terdapat keraguan dalam benak Anda tentang kerja Roh Kudus maka silahkan baca:

Janji Kosong

“… seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga Aku sekarang mengutus kamu. Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata, ‘Terimalah Roh Rudus’. ” (Injil – Yohanes 20: 21-22).
Ini tentunya bukanlah janji kosong. Murid-murid tersebut harusnya telah menerima pemberian Roh Kudus. Jadi jika “Roh Kudus” adalah (1) Yohanes Pembaptis, (2) Elisabeth, (3) Zacharias, (4) Simeon, (5) Yesus, (6) murid-murid Yesus; maka semua ini membuat perkataan, “Jikalau Aku tidak pergi, dia tidak akan datang kepadamu” menjadi tak berarti. Artinya, Penghibur itu bukanlah Roh Kudus!
Ayat yang dibahas dalam diskusi tersebut adalah Yohanes 16:7. Saya ingat getaran hati dan perasaan senang ketika mengutipnya dalam bahasa Arab kepada wanita Kristen di tanah Fir’aun. Kesenangan yang besar ketika menjelaskan ayat Injil dalam bahasa daerah baku suatu negara atau daerah. Saya telah melakukannya dalam selusin bahasa daerah yang berbeda. Tidakkah Anda ingin menguasai ayat tersebut dalam satu atau dua bahasa yang Anda pilih demi kemajuan Islam?

Afrika, Sebuah Bahasa Yang Unik

Dari semua bahasa yang dengannya saya menguasai ayat yang dipertanyakan tersebut, saya telah mendapatkan kegembiraan dan keuntungan dari bahasa Afrika, bahasa untuk mengatur bangsa di Afrika Selatan. Dan, merupakan bahasa yang termuda di dunia. Bahasanya unik. Sebetulnya setiap bahasa adalah unik. Tetapi bahasa Afrika mempunyai kelas tersendiri. Ia juga merupakan bahasa ibu dari setengah populasi Muslim di Afrika Selatan yang dibawa ke sana sebagai tawanan perang atau budak oleh umat Kristen; hal terse-but karena tuntutan keadaan. Untuk keuntungan mereka dan untuk informasi Anda, saya ulangi ayat di atas:

Maar ek se julle die waarheid: dit is
vir julle voordelig dat ek weggaan;
want as ek Nie weggaan Nie, sal die
Trooster Nie na julle kom
Nie; maar as ek weggaan, sal ek
hom na julle stuur
(Yohanes 16: 7)
Percaya atau tidak! Hal ini adalah kejeniusan bahasa ini: dengan menggunakan 4 bentuk negatif NIE, ME, NIE, NIE, untuk membuktikan sebuah hal positif! Kepergian Yesus adalah perintah mutlak untuk kedatangan “The Trooster”, Penghibur akan datang! Ayat dalam bahasa ini telah membuka banyak pintu untuk saya, selain dari ke-agamaan, dan mengunci pintu terhadap ide “Penghibur adalah Roh Kudus” (Yohanes 14: 26).

Murid-murid Tidak Cocok

Kami sekarang sampai kepada 4 ayat yang paling luas dan menentukan dalam Yohanes, bab 16 untuk memecahkan teka-teki penerus Kristus. Untuk yang benar-benar dikatakan Yesus:
“Masih banyak hal yang harus kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.” (Injil – Yohanes 16:12).
Nanti kami akan membahas rangkaian kata “banyak hal” dari ayat di atas dengan “memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” dari ayat berikutnya, ketika mendiskusikannya. Saat ini, marilah kita diskusikan rangkaian kata –”kamu belum dapat menanggungnya.”
Kebenaran dari kata “kamu belum dapat menanggungnya” diulang secara monoton di seluruh halaman-halaman Perjanjian Baru:
  • “Yesus berkata kepada mereka (murid muridnya), ‘Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?’ …” (Injil – Matius 8: 26)
  • “… dan Yesus berkata kepadanya (Petrus): ‘Hai orang yang kurang percaya’ …” (Injil – Matius 14: 31 ).
  • “… Dia (Yesus) berkata kepada mereka (murid-muridnya): kamu yang kurang percaya, ‘Mengapa kamu memperbicangkan’.” (Injil – Matius 16: 8).
  • “Lalu kata-Nya kepada mereka (murid-muridnya), Dimanakah kepercayaanmu?” (Injil – Lukas 8: 25)
Kami harus mengingat-ingat bahwa ini bukanlah tuduhan Yesus atas keragu-raguan orang-orang Yahudi, tetapi atas orang-orang pilihannya sendiri. Dia merendah sampai ke tingkatan anak kecil untuk membuat segala sesuatu jelas bagi muridnya tetapi Dia terpaksa keluar dalam keadaan frustasi:
  • “Jawab Yesus, ‘Kamupun masih belum dapat memahaminya?’ …” (Injil – Matius 15:16).
Dan ketika dia sampai ke batas ambang kegusaran, dia mencerca orang-orang pilihannya:
  • “… hai kamu gererasi yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu dan sabar terhadap kamu?” (Injil – Lukas 9: 41 )

Keluarganya Berfikir Dia Gila

Sebagai utusan Tuhan, Yesus merupakan orang yang paling tidak beruntung dibanding utusan Tuhan lainnya. Keluarganya tidak mempercayainya “saudara-saudaranya sendiri pun tidak mempercayainya” (Yohanes 7: 5). Faktanya mereka menginginkan yang lebih luas untuk memahaminya, berkeyakinan bahwa dia gila.
“Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia; sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.” (Injil – Lukas 9: 41)
Siapa teman-teman dan keluarga Yesus yang memperhatikan kesehatan jiwanya? Kita lihat pendapat Pendeta J.R. Dummelow, M.A. pada salah satu Jilid Komentar Injil-nya:
“Dari ayat 31″ (10 ayat setelah kutipan di atas) “Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus … keluarganya berkata, ‘Ia tidak waras lagi’.” Ahli-ahli Taurat berkata, “Dia dikuasai oleh kejahatan dirinya sendiri.” Tidaklah seperti itu, bagaimanapun, keluarganya bersimpati kepada ahli-ahli Taurat (orang-orang terpelajar dari bangsa Yahudi), “Pengertian mereka menjadi sederhana bahwa pikirannya tidak stabil, dan bahwa dia harus ditahan.”

Yesus – Ditolak Oleh Bangsanya

Itu adalah keputusan dari relasi-relasi dekat Yesus. Kemudian bagaimana tanggapan bangsanya sendiri, orang-orang Yahudi, setelah semua da’wahnya yang indah dan kekuatannya yang ajaib? Murid-muridnya secara ikhlas:
“Ia datangkepada bangsanya (orang-orang Yahudi), tetapi mereka tidak menerimanya.” (Injil – Lukas 9:41)
Sebenarnya “bangsanya” telah mengejeknya, mencaci makinya dan dengan berapi-api menolaknya. Lebih dari itu mereka berusaha untuk menyalibnya. Meski selama 2000 tahun berada dalam penganiayaan umat Kristen, dan sekarang mereka sangat cinta dan fanatik terhadap mereka, untuk menenangkan mereka. Orang-orang Yahudi sebagai kaum dan secara keseluruhan tidak pernah dapat menerima Yesus sebagai juru selamat mereka, pengantar mereka, Tuhan mereka, ini sederhana karena samanya penilaian mereka.
“Bahwa tidak pernah ada seorang Yahudi dapat menerima Yahudi yang lain sebagai Tuhan!”
Hanya dalam Islam, orang-orang Yahudi, Kristen dan Islam dapat menemukan penyelesaian, –semua mempercayai Yesus seperti dia adanya,– salah satu utusan Tuhan yang paling hebat; dan bukan sebagai Tuhan atau anak-Nya! “

Murid-murid Meninggalkannya

Apa tanggapan 12 orang pilihannya, atas “ibu dan saudara-Nya” (Markus 3: 34), sebagaimana dia memanggil mereka? Saya akan mempersilahkan Professor Momerie untuk melukiskannya dalam kata-katanya yang tak ada tandingannya.
“Murid-muridnya, selalu salah paham terhadapnya dan perbuatannya;
Menginginkannya menurunkan api dari sorga;
Menginginkannya menyatakan dirinya sebagai Raja orang-orang Yahudi;
Menginginkannya duduk pada tangan kanan dan kirinya dalam kerajaannya;
Menginginkannya menunjukkan Bapa kepada mereka;
Membuat mereka dapat melihat Tuhan;
Menginginkannya melakukan;
menginginkan mereka melakukannya sendiri,
apa saja dan segala sesuatu yang bertentangan dengan rencana besarnya.
Ini adalah bagaimana mereka memperlakukannya sampai akhir;
Ketika hal itu datang, mereka semua meninggalkannya, serta melarikan diri.”
Dikutip dari Sayed Amir Ali dalam bukunya The Spirit of Islam halaman 31.
Adalah tidak beruntung bahwa Yesus tidak mempunyai pilihan yang nyata dalam memilih murid-muridnya. Mereka mengecewakannya padahal belum pernah ada sekelompok lain yang taat yang telah mengecawakan nabi mereka sebelum itu. Dan itu bukanlah kesalahan Yesus. Dia meratapi keadaannya: “… Roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Injil-Matius 26: 41). Sejujurnya, ini bukanlah tanah liat yang daripadanya Adam pertama kali dibuat. Dia meninggalkan tanggung jawab itu kepada penerusnya, orang yang Dia sebut di sini “Roh kebenaran” yaitu Nabi kebenaran, Nabi keadilan!

Kesamaan Arti “Roh” dan “Nabi”

“Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran …” (Injil – Yohanes 16: 14).
Kenyataannya, secara keinjilan, kata “Roh” digunakan secara sinonim dengan “Nabi”, oleh penulis yang sama dalam Yohanes 4:1 (lihat halaman sebelumnya tentang hal ini). Di sini “Roh kebenaran” akan menjadi “Nabi kebenaran”. Seorang nabi yang padanya kebenaran dipersonifikasikan. Dia menjalani seluruh hidupnya dengan begitu terhormat dan tekun, dia telah mendapatkan gelar mulia as-saadiq (orang yang jujur) dan Al-Amin, “jujur”, “lurus”, “dapat dipercaya”; bahkan dari para penyembah berhala di negaranya. Orang yang dapat dipercaya, yang tidak pernah berbohong. Hidupnya, kepribadiannya serta ajarannya benar-benar membuktikan bahwa Muhammad adalah penjelmaan dari Kebenaran (Al-Amin) – Roh kebenaran!
PETUNJUK TOTAL 

“Banyak” dan “Seluruh”

Seperti yang saya janjikan sebelumnya, kita sekarang akan menggabungkan, “Masih banyak hal yang harus saya katakan kepadamu” dari ayat 12 dengan “Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” dari Yohanes 16:12 dan 13.
Jika orang Kristen tersebut masih bertahan bahwa Roh kebenaran pada ramalan ini adalah Roh Kudus maka tanyakan kepadanya apakah dalam bahasa mereka “banyak” berarti lebih dari satu? Juga jika “seluruh” pada ayat di atas berarti lebih dari satu? Jika Anda mendapat jawaban “ya” secara terputus-putus, ragu-ragu dan gugup, maka tutup buku, tidak ada gunanya meneruskan berdialog dengan kebodohan dogmatis. Tetapi jika Anda mendapat jawaban “ya!” dengan sigap maka lanjutkan proses diskusi ini.
Satu ramalan Yesus tersebut adalah untuk menyelesaikan banyak hal yang belum dikatakannya, juga untuk membimbing umat manusia kepada keseluruhan kebenaran. Terdapat banyak masalah yang dihadapi manusia saat ini, dimana kita gagal menjawabnya. Dapatkah Anda memberi saya satu contoh hal baru yang diberikan ke setiap orang 2000 tahun yang lalu oleh orang yang diduga sebagai Roh Kudus, dimana Yesus Kristus belum memberikannya dalam begitu banyak kata-kata yang berbeda? Tidak perlu banyak, cukup satu buat saya.

Tidak Ada Solusi Dari Roh Kudus

Percayalah pada saya, selama 40 tahun bertanya-tanya, saya belum menjumpai seorang Kristen dengan sebuah “kebenaran baru” yang diilhami oleh Roh Kudus, padahal janjinya adalah Penghibur yang akan datang “Ia akan memimpin kamu kedalam seluruh kebenaran!” Jika Roh Kebenaran dari ramalan ini adalah Roh Kudus maka setiap gereja dan umat, dan setiap orang Kristen yang ‘dilahirkan kembali’ menyatakan pemberian Roh Kudus. Katholik Roma menyatakan bahwa mereka mempunyai seluruh kebenaran karena yang disebut “dalam kediaman” Roh Kudus. Anglican membuat pernyataan yang sama, dan Methodist, Jehovah’s Witnesses (Saksi-saksi Yehovah), Adventists, Baptists, Christadelphians dan lain-lain, tidak melupakan ‘Born Again Christianity’, yang menyatakan mempunyai anggota lebih dari 70 juta di Amerika sendiri.
Anda berhak meminta solusi dari mereka, dengan kekuasaan Roh Kudus, untuk masalah-masalah pada daftar di bawah:
  1. Alkohol
  2. Perjudian,
  3. Ramalan/Nujum
  4. Pemujaan berhala, pemujaan setan
  5. Rasisme
  6. Masalah kelebihan wanita, dan lain-lain.

Masalah Alkohol

Republik Afrika Selatan dengan populasi kulit putih yang sedikit, 4 juta di antara seluruh populasi yang berjumlah 30 juta, lebih 300.000 penduduknya adalah pencandu alkohol. Di dekat Zambia, Kenneth Kaunda menyebut orang-orang ini “pemabuk!”. Perlu diingat bahwa “kulit berwarna” di Afrika Selatan mempunyai jumlah pencandu minuman alkohol 5 kali lebih banyak dari ras lain dalam negara tersebut. Untuk orang-orang Indian dan Afrika tidak ada statistik yang tersedia untuk masing-masing pemabuk.
Jimmy Swaggart seorang pendeta yang sering melakukan ceramah di TV mencatat dalam bukunya “Alcohol” bahwa Amerika mempunyai 11 juta pencandu minuman alkohol, dan 44 juta “pencandu berat minuman alkohol!”, dan dia, seperti seorang Muslim yang baik, mengatakan bahwa dia melihat tidak ada perbedaan antara keduanya. Baginya mereka semua adalah pemabuk! Kejahatan yang menjadi-jadi akibat keadaan mabuk sudah umum. Roh Kudus belum membuat keputusan pada kejahatan ini melalui setiap gereja. Umat Kristen pura-pura tidak melihat para pemabuk dalam 3 alasan lemah berdasarkan Injil:
1. Berikanlah minuman keras itu kepada orang yang akan binasa, dan anggur itu kepada orang yang susah hatinya. Biarkanlah ia minum dan melupakan kemiskinannya, dan tidak lagi mengingat kesusahannya. (Injil – Amsal 31: 6-7).
Filsafat yang bagus untuk mempertahankan subyek bangsa-bangsa di bawah penaklukan, Anda akan setuju.

Keajaiban Pertamanya

2. Yesus bukanlah “orang yang suka merusak kesenangan orang lain”, para peminum berkata, dia mengubah air menjadi anggur dalam catatan keajaibannya yang pertama dalam Injil:
Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu, “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan merekapun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka, “Sekarang ciduklah…” Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu, … dan berkata kepadanya, “Engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.” (Injil – Yohanes 2: 7-10)
Sejak keajaiban yang dinyatakan ini, anggur meneruskan untuk mengalir seperti air dalam umat Kristen.

Nasihat Yang Bijaksana

3. Paulus yang menunjuk dirinya sendiri menjadi murid ke-tigabelas Yesus, pendiri Kristen yang sesungguhnya, menasehatkan muridnya yang baru pindah agama –Timotius, lahir dari seorang ayah Yunani dan ibu Yahudi:
“Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah.” (Injil – 1 Timotius 5: 23)
Umat Kristen menerima semua pengucapan Injil tentang minumam yang membangkitkan semangat dan yang memabukkan diberikan di atas sebagai firman Tuhan yang mutlak. Mereka percaya bahwa Roh Kudus mengilhami penulis untuk menulis nasehat yang membahayakan tersebut. Pendeta Dummelow (lihat pembicaraan pada halaman sebelumnya) kelihatannya menyesalkan/mencemaskan ayat ini. Dia berkata,
“Ha1 tersebut mengajarkan kita bahwa jika tubuh butuh rangsangan anggur, tidak apa-apa mengambilnya dalam jumlah yang tidak berlebihan.”

Jawabannya Hanya Menahan Nafsu

Terdapat ribuan pendeta Kristen yang telah tergoda menjadi pencandu alkohol dengan meminum sedikit demi sedikit apa yang dinamakan anggur ringan dalam Perjamuan suci dalam upacara Gereja. Islam adalah satu-satunya agama di dunia yang melarang minuman keras secara keseluruhan. Nabi suci Muhammad telah berkata, “Berapa pun minuman keras dalam jumlah lebih besar, dilarang bahkan dalam jumlah yang sedikit.” Tidak ada pengecualian dalam Islam untuk sedikit atau banyak. Kitab-al-Haq, kitab kebenaran (Haq) sebuah nama dari Al-Qur’an menghukum dalam istilah yang sangat keras tidak hanya kejahatan alkohol tetapi juga no 2, 3, dan 4 yang dinamakan “perjudian”, “Ramalan/nujum”, dan “pemujaan berhala” dengan hanya satu pukulan:
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi; (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al-Maaidah: 90).
Ketika ayat ini diwahyukan, berbarel-barel anggur di tumpahkan dijalan jalan Madinah, tidak pernah diisi kembali. Keterusterangan yang sederhana telah menjadikan umat Islam sebagai komunitas bukan peminum minuman keras terbesar di dunia.

Amerika Gagal Dengan “Larangan”

Pertanyaannya adalah, bagaimana Roh kebenaran itu –Nabi Suci Muhammad– sukses dengan satu ayat sementara Amerika yang berkuasa dengan kekuatan akal bangsanya dan kekuatan uang pemerintahannya, yang didukung dengan kekuatan penuh mesin (perlengkapan) propaganda gagal dengan “Larangan”, hukum yang tidak mensahkan alkohol?
Siapa yang memaksa bangsa Arnerika untuk membuat larangan? Apakah Bangsa Arab mengancam negara adidaya ini dengan “jika Anda tidak melarang alkohol di negara Anda, kami tidak akan menyediakan minyak untuk Anda?” Tidak, orang-orang Arab tidak pernah menjadikan minyak sebagai “alat politik” di tangan bangsa Arab selama tahun 20-an untuk menghasut Amerika. Adalah kesadaran intelektual di antara para pendiri Amerika, berdasarkan kajian dan statistik yang membawa mereka sampai pada kesimpulan bahwa minuman keras harus dilarang.
Mereka gagal, meskipun pada kenyataannya mayoritas terbesar dari bangsa tersebut adalah umat Kristen, dan bahwa merekalah yang telah memilih orang-orang kongres sehingga berkuasa. Perlu dikatakan bahwa sesuatu yang datang dari akal (intelektual) akan menggelitik akal, tetapi yang datang dari hati dan jiwa seseorang, akan menggerakkan hati. Ayat yang baru dikutip di atas dari kitab suci Al-Qur’an tentang larangan, telah dan selalu mempunyai kekuatan untuk mengubah; Thomas Carlyle mengucapkan sumber kekuatan tersebut:
“Jika sebuah buku datang dari hati, dia akan berusaha untuk mencapai hati yang lain; Semua seni dan pekerjaan tangan penulis (kreasi?) adalah jumlah yang kecil untuk itu. Orang seharusnya berkata bahwa karakter utama dari Al-Qur’an adalah keasliannya, menjadi kitab yang dapat dipercaya.”

Keruhanian Yang Tinggi – Sebuah Sumber Kekuatan

Semua pemikiran yang indah, kata-kata, dan ekspresi, tidak peduli bagaimana artistiknya konstruksi, tetap seperti bunyi bel atau gemerincing gembreng jika mereka tidak didasari kepribadian yang kuat yang diisi dengan keruhanian yang tinggi. Dan jenis keruhanian yang hebat hanya datang sewaktu Yesus meletakkannya melalui “puasa dan doa”. (Injil – Matius 17: 21).
Muhammad melaksanakan apa yang dia ajarkan. Sesudah kematiannya seseorang bertanya kepada istri tercinta-nya Aisyah tentang gaya hidup suaminya. Dia berkata, “Dia adalah Al-Qur’an dalam perbuatan.” Dia adalah Al-Qur’an berjalan. Dia adalah Al-Qur’an berbicara. Dia adalah Al-Qur’an yang hidup.
“Jika pria dan wanita ini, mulia, cerdas, dan tentunya tidak kurang pendidikannya daripada nelayan Galilee, telah merasakan sedikit saja tanda keduniawian, penipuan, atau kebutuhan akan keyakinan terhadap Sang Guru itu sendiri, harapan Muhammad tentang regenerasi moral dan perbaikan sosial akan hancur menjadi debu dalam seketika.” (Spirit of Islam oleh Sayed Amir Ali, hal. 21).

Kritik (Terhadap) Pahlawan

Jika dikatakan bahwa ini adalah kata-kata dari pengikut setia tentang yang dicintainya, maka marilah kita dengar apa yang dikatakan oleh seorang pengkritik Kristen yang simpatik tentang “Nabi pahlawan!”-nya.
“Seorang miskin, pekerja keras, orang yang merasakan rasa sakit, ceroboh/sembrono, bukan seorang pria buruk, seharusnya saya katakan; sesuatu lebih baik dalam dirinya daripada segala bentuk kelaparan, atau orang-orang Arab yang liar ini, berperang dan berebut selama dua puluh tiga tahun karenanya, dengan selalu kontak dekat dengannya, tidak akan pernah menghormatinya juga!
“… mereka menyebutnya Nabi, begitu? Mengapa? Dia berdiri di sana berhadapan dengan mereka, sederhana. Tidak mengandung misteri; Nampak menjahit jubahnya; Memperbaiki sepatunya sendiri; berperang, memberikan nasihat, memberi pesan di tengah-tengah mereka: Mereka harusnya telah melihat tipe manusia seperti apa dia, biarkan dia disebut sesukamu! Tidak ada kaisar dengan hiasan di kepala dipatuhi seperti laki-laki yang menjahit sendiri jubahnya ini. Selama 23 tahun dalam cobaan berat dan sukar saya menemukan sesuatu tentang kebutuhan pahlawan sejati untuk itu, dari hal itu sendiri.” (Hero dan Hero-worship oleh Thomas Carlyle, hal. 93.)

Masalah Rasisme

“… Karena Ia (roh kebenaran) akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.” (Injil – Yohanes 16:13)

Tidak Tanpa Sebuah Sistem

Sangat mudah bagi pengikut suatu agama untuk berbicara secara lancar tentang “kebapakan tuhan dan persaudaraan manusia” tetapi bagaimana ide yang begitu indah ini diimplementasikan? Bagaimana menemukan sebuah sistem yang membawa manusia menjadi sebuah saudara? Lima kali sehari, seorang Muslim diwajibkan untuk berkumpul bersama pada mesjid daerahnya untuk memperkuat ruhaninya. Berkulit hitam dan putih, kaya dan miskin; masyarakat dari bangsa yang berbeda-beda, aneka warna dibuat untuk menggosok bahu/pundak dalam shalat harian, umat Islam pada saat sholat. Sekali seminggu yaitu pada hari Jum’at, dia harus berkumpul di masjid besar untuk perkumpulan yang lebih besar dari wilayah sekitar Dan dua kali setahun selama dua ‘Ied pada sebuah tempat yang lebih besar lagi, biasanya dipilih tempat terbuka, untuk komunitas yang banyak. Dan, yang terakhir sekali seumur hidup pada Ka’bah, Masjid pusat di Makkah, untuk perkumpulan internasional; di mana seseorang dapat menyaksikan orang Turki yang berambut pirang, orang Ethiopia, orang Cina, Orang India, orang Amerika, dan Afrika, semua berada dalam pakaian haji yang sama yang terdiri dari 2 lembar kain tak berjahit. Di manakah terdapat perkumpulan sebesar itu dalam upacara keagamaan dan keyakinan yang lain?
Ajaran yang sempurna seperti yang diucapkan dalam kitab Tuhan adalah bahwa satu-satunya penilaian yang dikenal Tuhan hanyalah berdasarkan kelakuan seseorang, tingkah laku seseorang terhadap sesamanya dan bukan karena bangsa atau kekayaan. Hanya atas dasar-dasar yang benar ini “Kerajaan Tuhan” dapat dibangun. Semua ini tidak berarti bahwa seorang Muslim tidak bernoda, bahwa dia secara keseluruhan bebas dari rasisme, tetapi Anda akan menemui bahwa orang Muslimlah yang paling sedikit melakukan rasisme dari semua grup agama yang ada di dunia saat ini.

Masalah Kelebihan Wanita

Alam tampaknya berperang dengan manusia. Kelihatannya ia ingin membalas dendam atas kepintarannya. Seorang pria tidak akan mendengar solusi praktis dan sehat untuk masalah ini, yang ditawarkan oleh Tuhan yang penuh kebajikan. Maka dikatakan “mendidihlah dalam sup Anda!” (boleh dikatakan demikian).
Hal ini adalah fakta yang dapat diterima bahwa perbandingan kelahiran pria dan wanita adalah sama di semua tempat. Tetapi dalam kematian anak, pria yang mati lebih banyak dari wanita. Mengherankan! “Jenis kelamin yang lebih lemah?” Pada setiap periode waktu terdapat lebih banyak janda di dunia dari pada duda. Setiap bangsa yang beradab mempunyai kelebihan wanita. Inggris 4 juta. Jerman 5 juta. Soviet Rusia 7 juta dan lain-lain. Tetapi sebuah solusi yang dapat diterima di Amerika untuk masalah tersebut, akan menjadi sebuah solusi yang dapat diterima untuk semua bangsa di mana saja. Hasil statistik dari negara yang paling canggih di muka bumi ini sudah membuktikan hal itu.

Amerika, Oh Amerika!

Kita mempelajari bahwa Amerika mempunyai kelebihan 7.8 juta wanita. Ini berarti bahwa bila setiap pria di Amerika menikah, masih ada 7.800.000 wanita yang tertinggal, wanita yang tidak akan mendapatkan seorang suami. Satu hal yang kita ketahui, adalah bahwa setiap pria tidak akan pernah dapat menikah untuk berbagai macam alasan. Seorang laki-laki menderita ejakulasi dini dan menemukan banyak alasan. Seorang wanita, bahkan jika frigid, tidak akan keberatan untuk menikah. Dia akan menikah, meskipun hanya untuk mendapatkan tempat berteduh dan perlindungan.
Tetapi masalah kelebihan wanita. di Amerika sangatlah kompleks. 98% dari penghuni penjara adalah pria. Kemudian ada 25 juta para pelaku sodomi. Secara halus mereka menyebutnya “gay” sebuah kata indah yang berarti –senang dan gembira– sekarang diselewengkan!
Amerika melakukan segala sesuatu dengan sebuah cara yang besar Dia menghasilkan segala sesuatu yang hebat. Termasuk dalam memperkenalkan Tuhan dan syetan. Marilah kita sekali ini, bergabung dengan pendeta yang sering berbicara di TV Jimmy Swaggart, dalam doanya. Dalam buku penelitiannya yang bagus –”Homosexuality”– dia menangis,
“Amerika, Tuhan akan mengadilimu (maksudnya Tuhan akan menghancurkanmu), jika Dia tidak mengadilimu (menghancurkan kamu) Dia (Tuhan) mungkin harus meminta maaf kepada Sodom dan Gomorrah” untuk kegegabahan mereka, kerusakan yang parah karena kelakuan homoseksual mereka atau kepuasan asusila dari nafsu mereka yang tidak alami.

New York Sebagai Sebuah Contoh

Kota New York memiliki lebih dari satu juta wanita lebih banyak daripada pria. Bahkan jika semua populasi pria yang cukup berani untuk menikah dengan lawan jenisnya di kota ini dikumpulkan; masih tetap ada 1.000.000 wanita tanpa suami.
Tetapi yang terburuk adalah reputasi bahwa sepertiga dari populasi pria di kota ini adalah “gay” (homoseksual/melakukan sodomi). Orang-orang Yahudi, yang paling ribut dalam setiap debat, tetap diam seperti tikus, karena takut dicap bangsa timur yang terbelakang. Gereja, dengan jutaan penggemar kelahiran kembali yang mengklaim mendiami rumah Roh Kudus, juga tak bersuara tentang topik ini.
Pendiri Gereja Mormon, Joseph Smith dan Brigham Young, dengan mengklaim sebuah wahyu baru pada tahun 1830 mengajarkan dan melaksanakan poligami tak terbatas untuk memecahkan masalah kelebihan wanita. Saat ini Nabi Mormonism telah membatalkan ajaran gereja pendahulu mereka tersebut untuk mendamaikan tuduhan Amerika pada masalah poligami. Apa yang harus dilakukan oleh wanita-wanita Amerika/Barat/Eropa yang malang ini? Mereka benar-benar akan menjadi tua merana.

Satu-satunya Pemecahan: Batasi dan Atur Poligami

Al-Amin, Nabi Kebenaran, Roh Kebenaran, berdasarkan ilham Tuhan memberikan pemecahan terhadap keadaan yang tidak menguntungkan itu. Tuhan menetapkan:
“… kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja.” (QS. An-Nisaa: 3).
Dunia Barat pura-pura bertoleransi terhadap jutaan pelaku sodomi dan lesbian di tengah-tengah mereka. Di Barat, seorang pria yang menyimpan selusin kekasih dan mendapatkan selusin anak haram setiap tahun bukanlah masalah. Perbuatan bejat tersebut dengan bangga diberi julukan “stud”. “Biarkan mereka bersenang-senang, tapi jangan menganggap dia bertanggungjawab!”, kata orang-orang Barat.
Islam berkata, “Buat seorang pria bertanggung jawab atas kesenangannya.” Ada tipe pria yang bersedia mengambil tanggung jawab ekstra, dan ada pula tipe wanita yang bersedia berbagi suami. Mengapa menghalangi jalan mereka? Anda mengejek poligami, yang telah dilakukan oleh Nabi Tuhan seperti ditulis dalam kitab Injil, Anda lupa bahwa Salomo yang bijaksana mempunyai 1000 istri dan selir seperti terdapat dalam The Good Book (1 Raja-raja 11: 3), pemecahan yang sehat untuk masalah penting Anda, dan kepuasan yang sekejap untuk memenuhi nafsu yang tidak alami dengan melakukan perbuatan sodomi atau lesbian! Betapa tidak wajarnya!
Poligami telah dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan penyembah berhala pada masa Yesus: Dia tidak berkata sepatah kata pun yang menentangnya. Ini bukan salahnya. Orang-orang Yahudi tidak memberikan kedamaian kepadanya untuk mengemukakan pemecahan. Dia hanya menjerit sambil berkata, “Apabila Ia, Roh Kebenaran datang, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.” (Injil -Yohanes 16: 13).

Penghibur Adalah Seorang Pria

Jika saya bebas mengutip ramalan yang sedang kita diskusikan, dengan penekanan pada kata ganti, Anda akan setuju tanpa bujukan bahwa Penghibur yang akan datang adalah seorang pria dan bukan roh.

“Howbeit when He, the Spirit of Truth, is come, He will guide you into all truth:
for He shall not speak of Himself; but whatsoever He: shall hear,
that shall He speak: and He will shoow you things to come. “
(Injil – Yohanes 16: 13)
Silahkan hitung jumlah He pada ayat di atas. Terdapat tujuh buah! Tujuh kata ganti pria dalam satu ayat. Tidak ada ayat lain dalam 66 kitab Injil Protestan or 73 kitab Injil Katholik dengan tujuh kata ganti pria, atau 7 kata ganti wanita, atau 7 jenis netral. Anda akan setuju bahwa begitu banyaknya kata ganti pria dalam satu ayat tidak sesuai untuk Roh, suci atau tidak!

Penambahan Yang Terus Menerus

Ketika masalah 7 kata ganti pria dalam sebuah ayat pada Injil diperdebatkan oleh umat Islam di India pada saat berdebat dengan misionaris Kristen, Injil versi Urdu mempunyai kata ganti yang baru-baru ini diubah menjadi She, She, She! Jadi umat Islam tidak dapat menyatakan bahwa ramalan tersebut mengacu kepada Muhammad –seorang pria! Ketidakjujuran umat Kristen ini; Kecurangan yang saya lihat sendiri dalam Injil Urdu. Ini adalah penipuan yang umum dilakukan oleh para misionaris, lebih khususnya dalam bahasa daerah. Tipu muslihat terakhir di mana saya tersandung adalah dalam Injil Afrika, pada ayat yang didiskusikan juga; mereka telah mengubah kata “Trooster” (penghibur) menjadi “Voorspraak” (penengah), dan menambahkan rangkaian kata –”die Heilige Gees”– artinya Roh Kudus, rangkaian kata yang para sarjana Injil tidak pernah berani menambahkannya ke dalam bermacam-ragam versi Inggris. Tidak, Bahkan Jehovah’s Witnesses sekalipun. Inilah bagaimana orang-orang Kristen membuat kata-kata Tuhan!

Sembilan Kata Ganti Pria

Tempat lain di mana seorang penulis tanpa diketahui menggunakan begitu banyak kata ganti pria untuk Utusan yang kuat ini, Muhammad, diberikan di bawah ini:
“Wataknya yang lemah lembut, tingkah lakunya yang cermat, hidupnya yang sangat suci, kehalusan budi bahasanya yang teliti, kesiapannya yang penuh pertolongan terhadap orang-orang miskin dan lemah, kemuliannya yang terhormat, kesetiannya yang pantang mundur, perasaannya yang tajam terhadap tugas telah memenangkannya, di antara orang-orang setanah airnya, yang tinggi dan patut ditiru ditunjuki Al-Amin, yang dapat dipercaya.” (Spirit of Islam oleh Sayed Amir Ali, halaman 14).
“Al-Amin”, yang dapat dipercaya, “bahkan roh kebe-naran” (Yohanes 14: 17 ). Ekspresi ini adalah suatu kata kiasan bahwa berbicara kebenaran akan menjadi karakteristiknya sehingga masyarakat akan menganggapnya sebagai personifikasi kebenaran: tepat sebagaimana yang dikatakan Yesus tentang dia, “Akulah jalan, kebenaran dan hidup …” (Yohanes 14: 6), bahwa kualitas kemuliaan ini dipersonifikasikan padaku. Ikuti aku! Tetapi “apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” (Yohanes 16: 13 ), maka Anda harus mengikutinya! Tetapi prasangka itu sukar hilangnya, karena itu kita harus bekerja lebih keras: Tetapi percayalah pada saya, dengan laser kebenaran yang Allah berikan pada kita, kita dapat me-ngubah dunia hanya dengan sedikit tenaga yang dikeluarkan umat Kristen.

Sumber Wahyu

“Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran, sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang dikatakan-Nya…” (Injil – Yohanes 16: 13).
Saya telah menggunakan Versi King James secara konsisten dalam pengutipan Injil, tetapi untuk kejelasan yang lebih besar, Saya berikan di bawah ini, terjemahan alternatif dari beberapa versi berbeda dari penekanan kalimat di atas:
  1. Sebab Ia tidak akan berkata-kata pada otoritas-Nya sen-diri, tetapi akan berbicara hanya apa yang didengar-Nya. (Injil berbahasa Inggris yang baru)
  2. Ia tidak akan berkata-kata berdasarkan milik-Nya sendiri, tetapi akan berkata hanya apa yang didengar-Nya. (Injil versi internasional yang baru).
  3. Sebab Ia tidak akan mempresentasikan ide milik-Nya sen-diri, tetapi Ia akan meneruskannya kepadamu apa yang didengar-Nya. (Injil Living).
“Roh Kebenaran” ini, Nabi Kebenaran ini, “Al-Amin”, tidak akan berbicara kebenaran ruhani berdasarkan gerakan hatinya sendiri, tetapi Ia akan berbicara dengan dasar yang sama dengan penghibur sebelumnya –Yesus telah berbicara:
“Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan… jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.” (Injil – Yohanes 12: 49-50)
Dengan cara yang identik Tuhan Yang Maha Kuasa memberi kesaksian wahyu-Nya kepada utusan-Nya, Muhammad.
“Dan, tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat.” (QS. An-Najm: 3-5).
Ini adalah bagaimana Tuhan berkomunikasi dengan semua utusan pilihannya, apakah itu Adam, Musa atau Yesus. Akan menjadi tak masuk akal untuk memikirkan bahwa “Roh Kebenaran” ini adalah Roh Kudus, karena kita katakan bahwa “sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya,” dengan yakin tidak dari dirinya sendiri?

Tuhan – Sebuah Trinitas

Hal yang diterima secara umum oleh umat Kristen, semua Kristen ortodoks yang percaya terhadap apa yang mereka namakan Trinitas suci; adalah bahwa Bapa adalah Tuhan, Anak adalah Tuhan dan Roh Kudus adalah Tuhan, tetapi mereka bukanlah tiga Tuhan tetapi satu Tuhan (?). Biarkan seorang teolog Kristen yang berpendidikan seperti Pendeta Dummelow mengatakan pada kita tentang trinitas Tuhan umat Kristen yang tak dapat dibagi dan tak dapat dipecah ini. Mengomentari “Kami akan datang” dari Yohanes 14: 23 dia berkata,
“Dimana Anak berada, terdapat keharusan Bapa juga disana, juga Roh tersebut, sebab tiga adalah satu, menjadi bentuk-bentuk yang berbeda dari penghidupan dan perwujudan dari sifat ketuhanan yang sama. Bagian ini menggambarkan bahwa individu-individu dari trinitas yarig suci ini tidak dapat dipisahkan, dan berisi satu sama lain.”
Jangan kuatir. Anda tidak benar-benar diharapkan memahami kata-kata tak berguna di atas. Singkatnya umat Kristen percaya bahwa “Tiga” (maaf, umat Kristen berkata “Satu!”), keseluruhan tiga tersebut dianggap ada di mana-mana dan maha tahu dan sepertinya memimpin kita kepada kesimpulan yang lucu dan menggelikan. Yesus menurut umat Kristen menderita pada tiang salib. Menjadi “tak terpisahkan”, Bapa dan Roh Kudus juga harus menderita dengan Anak, dan ketika dia mati, yang dua lainnya juga mati dengannya! Agak terkejut kita mendengar jeritan di Barat -”Tuhan mati!” Jangan tertawa. Semua ini membebankan tanggung jawab yang berat atas kita untuk melepaskan saudara kita yang Kristen dari rawa ruhani di mana mereka sedang berkubang.
PEMENUHAN RAMALAN
“Dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.” (Injil Yohanes 16:13).

Pengungsi: Hanya Sementara

Umat Kristen meletakkan bobot yang besar pada pemenuhan ramalan. Muhammad memenuhi banyak ramalan dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Bagi mereka, ramalan kejadian-kejadian dipertimbangkan sebagai fungsi dari ramalan yang benar –kenabian yang benar.
Nabi Islam mengucapkan banyak ramalan yang dicatat dalam Al-Qur’an untuk anak cucu (generasi selanjutnya). Berikut ini adalah beberapa contoh yang diambil secara acak.
1. “Sesungguhnya Dia yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al-Qur’an, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali …. ” (QS. Al-Qashash: 85).
“Tempat kembali” adalah sebutan untuk Kota Suci Makkah. Selama Hijrah (migrasi) ketika Nabi suci melarikan diri dari Mekkah ke Madinah. Sebuah situasi yang tidak menjanjikan. Kebanyakan pengikutnya sudah pindah ke Madinah. Sekarang gilirannya. Bersama dengan Abu Bakar (As-Siddiq) Beliau mencapai tempat yang dinamakan Juhfa, ketika jaminan diberikan oleh Tuhan bahwa sekali lagi dia akan kembali ke tempat kelahirannya Makkah, dan itulah yang terjadi. Beliau pindah sebagai seorang pengungsi dan Tuhan mengembalikannya sebagai seorang penakluk, memenuhi ramalan yang lain lagi.
“Berkatalah Ia (Musa), ‘Tuhan datang dari Sinai dan bangkit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran (di Arab) dan dia (Muhammad) datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus, di sebelah kanannya tampak kepada mereka api yang menyala’… ” (Injil – Ulangan 33: 2)

Adidaya: Dalam Sengketa

2. “Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan dihari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang orang yang beriman.” (QS. Ar-Ruum: 2-4)
Ramalan di atas diwahyukan kepada Nabi suci Muhammad pada tahun 615/16 M. Kekaisaran Kristen Romawi telah menyerahkan Yerusalem kepada Persia, dan Kristen menjadi rendah dalam debu. Dalam bencana antara dua negara adidaya pada saat itu, kaum musyrik (politeis) Makkah menikmati kesenangan atas kalahnya Roma oleh para penyembah berhala Persia.
“Para penyembah berhala Arab tentu saja sepihak dengan bangsa Persia dalam semangat mereka yang merusak, dan berfikir bahwa rusaknya kekuatan Kristen Romawi juga akan berarti sebuah kemunduran atas pesan nabi, Penerus yang benar untuk Kristus… Sementara seluruh dunia percaya bahwa kekaisaran Romawi musnah oleh Persia, telah diwahyukan kepadanya bahwa kemenangan Persia hanyalah sebentar dan pada satu periode dari beberapa tahun bangsa Romawi akan menaklukan dan menyerang bangsa Persia lagi dengan dahsyat.” (Abdullah Yusuf Ali)
Dalam waktu 10 tahun dari saat turunnya wahyu yang berisi ramalan Tuhan ini, ramalan tersebut terpenuhi.

Tantangan Al-Qur’an

3. Nabi suci menyatakan bahwa Kitab suci Al-Qur’an berasal dari Allah Yang Maha Kuasa, dan diturunkan kepadanya melalui wahyu. Bukti dari penulisan Allah adalah keindahan dan kealamiahannya, dan keadaan di mana hal tersebut disebarluaskan. Untuk membuktikan kejujuran pernyataannya, Ia menempatkan di hadapan Anda banyak surat. Dapatkah orang-orang yang tidak beriman menghasilkan sebuah surat yang seperti itu? Ini adalah sebuah tantangan! Sebuah ramalan abadi dari ketidakmampuan manusia untuk menyamai atau melebihi, atau menyaingi dengan sukses satu saja dari seluruh babnya.
Alasan Anda “Saya tidak menguasai bahasa Arab” adalah tidak berguna. Terdapat jutaan orang Arab Kristen saat ini. Umat Kristen membual bahwa terdapat paling sedikit 10-15 juta umat Kristen di Mesir dan mereka tidak semuanya petani. Inilah tantangan Allah dalam firman-Nya:
a. “Tidaklah mungkin Al-Qur’an ini dibuat oleh selain Allah.(QS. Yunus: 37).
b. “Katakanlah, ‘Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain’…” (QS. Al-Israa’: 88)
c. “Atau (patutkah) mereka mengatakan, ‘Muhammad membuat-buatnya.’ Katakanlah, ‘(Kalau benar yang kamu katakan itu) maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yangbenar’…” (QS. Yunus: 38).
d. “Dan, jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Mu-hammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu; yang disediakan bagi orang orang kafir.” (QS. Al–Baqarah: 23-24).
Sekarang sudah 1400 tahun sejak tantangan di atas diwahyukan, tetapi manusia selalu gagal menghasilkan sesuatu yang semisal atau sesuatu yang lebih baik. Ini adalah sebuah kesaksian yang abadi atas keaslian Ilahiah dari kitab suci Al-Qur’an.

Orang-orang Kristen Arab Telah Mencoba!

Orang-orang Kristen Arab di Timur Tengah, agar tidak diperdaya, baru-baru ini meluncurkan sebuah proyek selama 16 tahun dan menghasilkan bagian-bagian yang sudah diseleksi dari Perjanjian Baru dalam bahasa Arab, yang secara besar-besaran meminjam kata-kata dan rangkaian kata per kata dari Al-Qur’an yang berbahasa Arab. Usaha yang tercela! Dalam usaha plagiat yang dilakukan tanpa rasa malu ini, setiap bab dari Perjanjian Baru berbahasa Arab yang baru ini dimulai dengan ayat pertama kitab suci Al-Qur’an,
“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Fatihah: 1).

Dapatkah Anda mengacaukan itu?

Terdapat banyak lagi tantangan dan ramalan dalam kitab suci Al-Qur’an dan dalam Hadist (tradisi Nabi) yang dapat dijelaskan. Sebuah lahan yang terabaikan. Mungkin banyak buku dapat ditulis dengan topik tersebut. Saya percaya bahwa sarjana Muslim akan mengambil tantangan tersebut. Tetapi biarkan saya mengakhiri tema ramalan ini dengan sebuah referensi terakhir dari Kalam Allah (kitab Allah).

Islam Akan Menang

“Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang orang musyrik benci.” (QS. Ash-shaff: 9).
Dalam beberapa dekade janji di atas menjadi kenyataan. Islam menang. Kedua adidaya pada saat itu; kekaisaran Persia dan Romawi hancur di tangan umat Islam. Dan, selama beberapa abad kekuatan Islam berkuasa – dari Atlantik sampai Pasifik.
Saat ini umat Istam dalam kondisi tidak berdaya. Tetapi jangan takut, dunia Islam sedang bangkit. Ada harapan. Bahkan penghayal non-Muslim di Barat telah meramalkan takdirnya di langit.
“Afrika adalah sebuah lahan yang adil untuk semua agama, tetapi agama yang akan diterima oleh orang Afrika adalah agama yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka: dan agama tersebut, setiap orang yang mempunyai hak untuk berbicara pada tema tersebut berkata, adalah Islam.” ( The Shape of Things to Come, H. G. Wells)
“Jika ada sebuah agama yang mempunyai kesempatan menaklukan Inggris, bahkan lebih dari itu, tentu saja Eropa, dalam ratusan tahun yang akan datang, agama tersebut adalah Islam.” (George Bernard Shaw).
Tanpa usaha nyata dari fihak Muslim, kita dikatakan oleh orang-orang Barat bahwa Islam adalah agama yang tumbuh tercepat di dunia saat ini. Saya berharap, berita yang menyenangkan ini tidak menidurkan kita. Janji Allah adalah benar, ada takdir di sana, hanya diperlukan sedikit usaha dari kita. Allah dapat mengubah bangsa dan kaum dengan kehendaknya sendiri, tetapi Dia telah memberi kita hak-hak istimewa melayani Din-Nya dengan pengorbanan diri. Untuk menjadi tentara yang efektif dalam peperangan ini, persenjatai dirimu dengan Yohanes 16:7 dalam satu atau lebih versi bahasa, dan saksikan bagaimana Allah memberi kamu pengetahuan yang lebih banyak. Adalah takdir kita untuk menguasai, menggantikan dan meratakan setiap isme (paham), tidak perduli berapa banyak orang-orang yang tidak beriman akan menentang pesan Islam.

Pemujaan Yesus

“Ia (Roh Kebenaran) akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.” (Injil – Yohanes 16: 14).
“Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.” (Injil – Yohanes 15: 26).
Penghibur yang dijanjikan ini, bahkan Roh Kebenaran di mana kebenaran itu dipersonifikasikan, ketika dia datang, akan memberi kesaksian untuk Mesias yang penuh kebenaran dan membebaskannya dari fitnah musuh-musuh-Nya.
Inilah, Muhammad, Al-Amin, Nabi kebenaran, dengan nyata berhasil dalam misinya. Ia membuat hal tersebut mungkin bahwa saat ini, satu milyar umat Islam percaya pada Yesus Kristus sebagai satu dari utusan Tuhan yang terbesar. Mereka percaya pada keajaiban kelahirannya, dimana banyak umat Kristen pada zaman modern ini, bahkan para uskup, tidak percaya. Dan, mereka juga percaya pada mu’jizat-mu’jizatnya, termasuk menghidupkan orang mati atas kehendak Tuhan; dan menyembuhkan orang buta sejak lahir dan penderita kusta dengan kehendak Tuhan. Sebuah kesaksian yang kuat! Dengarkan pada istilah dari kisah yang berhubungan dengannya:

Konsep Keajaiban

“Dan, ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al-Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari kelurganya ke suatu tempat di sebelah timur, maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma dihadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata, ‘Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Rabb (Tuhan) Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa’. Ia (Jibril) berkata, ‘Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Rabb-mu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci’. Maryam berkata, ‘Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki; sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!’ Jibril berkata, ‘Demikianlah Rabb-mu berfirman,”Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan’. Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.” (QS. Maryam: 16-22).
Saat ini satu milyar umat Islam di seluruh dunia menerima konsep Maria mengandung tanpa pergaulan dengan pria berdasarkan pengaruh Muhammad saja. Yesus, ibunya Maryam dan seluruh umat Kristen di dunia tidak pernah dapat berterima kasih terhadap Al-Amin – Roh kebenaran, cukup.

Tanggapan Orang-orang Yahudi Terhadap Yesus

“Yerusalem, Yerusalem, engkau yangmembunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.” (Injil -Matius 23: 37).
Utusan Tuhan yang hebat itu mengikuti orang-orang Yahudi seperti induk ayam mengikuti anak-anaknya, tetapi mereka menyerangnya seperti burung hering untuk mengoyaknya menjadi beberapa bagian. Tidak puas dengan gangguan dan serangan yang tidak mengenal kasihan dan usaha terakhir dalam hidupnya mereka menuduh ibunya melahirkannya dalam dosa.
“Dan karena kekafiran mereka (terhadap ‘Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina).” (QS. An-Nisaa’: 156).
Apakah yang dimaksud dengan “tuduhan salah yang berat?” – Yang terdekat untuk mengeluarkan fitnah yang aktual, Muhammmad, “Sang Pemuja sejati” terhadap Yesus (Yohanes 16: 13) dibuat untuk catatan:
“Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah orang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina. “(QS. Maryam: 28).

Apa Perkataan Para Talmudist

Orang-orang Yahudi menuduh ketidaksahan Yesus dan perzinahan Maryam ditujukan di sini sebagai tuduhan tak langsung dari orang-orang Yahudi, dengan mempertanyakan kesucian Maryam. Kitab suci Al-Qur’an tidak menjadi hina bahkan untuk mengulang kembali Ftnah yang sangat besar. Sekarang bandingkan istilah Al-Qur’an ini dengan apa yang dikatakan olah Pendeta terpelajar dan terkenal Dummelow, didukung oleh tidak kurang dari sebuah tim yang terdiri dari 16 orang Kristen yang berhubungan dengan ketuhanan, semuanya pendeta dan Doktor ilmu teologi; sebagaimana pilihan kata-kata mereka dalam pencatatan fitnah dari musuh-musuh Kristus tersebut.
“Orang-orang Talmudist Yahudi berkata, ‘Anak dari pezina (maksudnya perawan Maryam) mengeluarkan sihir dari Mesir, dengan keratan yang dia buat dalam dagingnya.’ ‘Yesus melakukan sihir dan menipu, dan membawa Israel menjadi penyembah berhala. Menarik untuk diperhatikan bahwa Muhammad dengan marah tidak mau mengakui fitnah orang-orang Yahudi ini.” (ditambahkan penekanan). Komentar Injil Dummelow, halaman 668.

Pengabar Injil Membenarkan Kaum Yahudi

Josh Mc Dowell, dilukiskan sebagai seorang lulusan campus Wheaton dan lulus dengan magna cum laude dari Chalbot Theological Seminary, dan direputasikan telah berbicara kepada lebih dari 5 juta murid dan fakultas pada lebih dari 550 universitas di 53 negara, tampaknya telah melakukan lebih banyak penelitian daripada sarjana-sarjana Injil di seluruh bima sakti, seperti tersebut di atas, pada subyek Talmud Yahudi sehubungan dengan kelahiran “Tuhan”nya.
Dalam bukunya Evidence that Demands a Verdict, hanya untuk membuktikan bahwa Yesus bukanlah mitos tetapi orang yang bersejarah, dia mengutip dengan luas dari Talmud Yahudi tanpa ada rintangan. Di bawah ini saya berikan sebuah kutipan yang jelas dari bukunya dari halaman 85/86:
“Tol ‘doth Yeshu. Yesus ditunjuk sebagai ‘Ben Pandera.
Yeb. IV 3; 49a:
“R. Shimeon Ben Azzai berkata (mengenai Yesus), ‘Saya menemukan sebuah urutan silsilah di Yerusalem dimana hal tersebut dicatat, sepertinya ada seorang anak haram dari pezina’…”
Joseph Klausner menambahkan pernyataan di atas: “Edisi Mishnah saat ini, menambahkan: ‘untuk mendukung kata-kata R. Yeshoshua’ (Seorang yang sama dengan Mishnah, berkata, “Apakah anak haram itu?” Setiap orang yang orang tuanya melakukan zina maka dapat dijatuhi hukuman mati oleh agama), bahwa Yesus yang dimaksud di sini kelihatannya di luar keraguan ….”

Misionaris Mengolok-olok (?)

Josh McDowell, seorang penginjil terkenal, seorang penganut Kristen “lahir kembali”; pemuja Yesus, dipenuhi dengan Roh Kudus (?) telah menyebarkan olok-olok ketika mengutip fitnah dari musuh-musuhnya terhadap Tuhannya -Yesus! Dan, dunia Kristen mempercayainya. Bukunya sangat laris terjual di kalangan umat kristen. Rasa pencemaran dan penghinaan telah diciptakan dalam diri pengikut fanatik Kristus. Saya menolak untuk mengutip lebih jauh cerita ceroboh tersebut. Jika Yesus mempunyai sahabat-sahabat yang setia seperti itu (?); apakah perlunya Ia mempunyai musuh di sana?
Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah sahabat sejati, penghibur, penolong, pendukung, pemuja, pemberi saksi atas ramalan-ramalan yang terdapat dalam Yohanes pasal 14, 15, 16. Izinkan saya mengulangi penghargaan spontan dari musuh-musuhnya terhadap Yesus, ibunya Maryam dan umat manusia dalam skala besar: “Menarik untuk memperhatikan bahwa Mahomet dengan marah menyangkal fitnah-fitnah orang Yahudi ini. (Pendeta. Dummelow and sekutunya).
HUKUM KE-EKSTRIMISAN (SIFAT YANG SALAH?)

Ekstrimisme (Yang Dikutuk)

Kita sekarang akan mengizinkan Roh Kebenaran untuk menempatkan Hantu dari orang Yahudi dan ekstrimis Kristen, dan membuat catatan tegas sehubungan dengan perbedaan mereka tentang Mesias. Orang-orang Yahudi berkata bahwa Yesus adalah anak tidak sah dari Maryam karena ia tidak dapat menunjukkan seorang ayah. Orang-orang Kristen dengan alasan yang sama membuatnya menjadi Tuhan dan anak keturunan Tuhan. Hanya cukup satu ayat saja untuk menolak kebohongan ini:
“Wahai Ahli kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, ‘Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, ‘(Tuhan itu) tiga ; berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) Lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai pemelihara.” (QS. An-Nisaa: 171 )


Catatan 657/6 untuk ayat di atas:
Seperti seorang pelayan yang bodoh yang bisa berbuat salah karena semangat berlebihan terhadap tuannya, dalam agama, sifat berlebihan dari umatnya dapat membawa mereka kepada fitnah atau sebuah semangat yang sangat bertentangan dengan agama.
Sifat berlebihan orang-orang Yahudi terhadap keformalan, rasialisme, eksklusivitas, dan penolakan terhadap Yesus Kristus telah dicela pada banyak tempat dalam Kitab Suci Al-Qur’an.
Di sini sikap orang Kristen disalahkan, yang mengangkat Yesus menjadi sama dengan Tuhan; dalam beberapa kasus memuliakan Maryam bahkan hampir memujanya; mempertalikan sebagai anak fisik Tuhan; dan membuat-buat doktrin trinitas, bertentangan dengan semua alasan, yang sesuai dengan kepercayaan Athanasian, jika seorang manusia tidak percaya, dia akan dihukum ke neraka selamanya.”
Atribut-atribut Yesus akan disebut di sini:
  1. Bahwa Ia anak dari seorang wanita, Maryam, dan karena itu seorang manusia.
  2. Tetapi ia adalah seorang Nabi, seseorang dengan misi dari Tuhan, dan karenanya diberi sebutan untuk dihormati.
  3. Ada sebuah kata yang dilimpahkan kepada Maryam, karena ia diciptakan dengan Firman Tuhan “Kun (jadilah)!” dan jadilah Ia. (QS. Ali Imran: 59).
  4. Sebuah roh yang didapat dari Tuhan, tetapi bukan Tuhan: hidup dan misinya lebih terbatas dari pada kasus beberapa nabi lainnya, walaupun begitu kita harus memberikan penghormatan yang sama terhadapnya sebagai utusan Tuhan.
“Doktrin-doktrin trinitas, penyamaan dengan Tuhan, dan hubungan anak, semua itu disangkal sebagai pemfitnah-an. Tuhan bebas terhadap semua keinginannya dan tidak membutuhkan anak untuk mengatur urusan-Nya.” (Abdullah Yusuf Ali)

Tidak Ada Yang Berasal Dari Dirinya Sendiri

Anda memberi Roh Kebenaran (Muhammad Shal-lallahu Alaihi wa sallam) ini terlalu banyak pujian ketika Anda menyatakan tanpa bukti bahwa Ia menulis ayat-ayat terdahulu dan lebih jauh menulis lebih dari 6000 ayat di luar ayat-ayat Kitab Suci Al-Qur’an.
Ia terus menyerukan kepada kita dalam kitab-Nya, bahwa ini bukanlah hasil karyanya -”Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. An-Najm: 4 ). Tepat seperti yang diramalkan oleh Yesus:
“… sebab Ia tidak akan berkata-kata dari dirinya sendiri; tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya …. ” (Injil – Yohanes 16: 13).

“Trilemma” Orang Kristen

Semua penyaksian dan pemujaan oleh “Penghibur yang lain” ini tidak menentramkan umat Kristen. Karena Muhammad tidak menjadi kaki tangan bagi tuduhan mereka. Bagi mereka pemujaan berarti mendewakan Yesus – membuatnya menjadi Tuhan. Daripada memecahkan “dilemma” mereka. Apakah Yesus “mati” pada tiang salib sebagai seorang manusia, atau sebagai Tuhan? Mereka sekarang menemukan trilemma. Sebuah kata yang tidak dapat ditemukan dalam kamus manapun di dunia.
Josh McDowell, seorang wakil Crusade untuk “Campus Crusade for Christ International”, dalam bukunya Evidence that Demands a Verdict menemukan sebuah masalah yang menjadi pertanyaan dari pemikiran barunya (oleh “Roh Kudus”? ) untuk Bab 7 -”Trilemma – Lord, Liar or Lunatic?” Anda dapat menebaknya! Ada tiga “L”. Dia ingin pembacanya menjawab apakah Yesus Kristus adalah Lord (Tuhan), atau ia seorang Liar (pendusta), atau seorang Lunatic (gila)? Sangat berbakat, anda akan setuju!
Seorang Muslim tidak dapat mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah seorang pendusta atau gila: lalu apa? Hal ini lebih dari dilemma! Ini adalah fitnah tingkat tinggi. Tetapi dia dibutakan oleh pendapat yang terbentuk sebelumnya. Roger Bacon, seorang filosof yang lahir terlalu dini, dengan tegas berkata, “Mudah bagi seorang manusia untuk membakar habis rumahnya daripada membuang prasangkanya.”

Kebijaksanaan Dari Kecil

Mengatakan kepada seseorang bahwa Ia adalah Tuhan, anak “keturunan” Tuhan, atau bahwa ayahnya adalah Tuhan; bukanlah sebuah penghormatan melainkan sebuah penghinaan. Petani Perancis mengerti perbedaan ini lebih baik daripada jutaan sarjana Kristen terpelajar saat ini.
Sudah terkenal luas bahwa Raja Perancis Louis XV adalah seorang yang sangat bejat. Tidak seorang wanita pun selamat dari penyelewengan asusilanya. Sesudah kematiannya, ketika anaknya telah bertahta, terdapat sebuah isu yang menyebar di sekitar Paris bahwa ada kembaran yang sangat mirip dengan raja muda tersebut terlihat berjalan mondar-mandir di sekitar ibu kota. Sang Raja secara alamiah bangkit minatnya untuk mengetahui kembarannya. Tidak butuh waktu lama bagi orang-orang kerajaan untuk membawa orang dusun dari daerah pedalaman tersebut kehadapannya. Raja sangat heran dengan kesangatmiripan terhadapnya dan terhadap almarhum ayahnya. Dia penasaran untuk menyelidiki lebih jauh petani miskin tersebut. Dengan sopan dia bertanya, “Pernahkah ibumu mengunjungi Paris selama pemerintahan ayah saya?” “Tidak!”, orang dusun tersebut menjawab. “Tetapi Ayah saya telah melakukannya!” Ini adalah perkataan yang mematikan bagi Raja, tetapi dia tidak menanyakannya!

Janganlah Terlalu Ekstrim

Kebencian kaum Yahudi yang membuat mereka memfitnah Yesus dan ibunya adalah buruk, dan kefanatikan umat Kristen terhadap Yesus juga buruk. Muhammad SAW utusan Allah menghukum kedua tindakan berlebihan ini, dan mengangkat Yesus kepada statusnya yang benar, sebagai Mesias, Nabi yang Agung dan Pembaharu.
Cintailah dia, hormatilah dia, pujilah dia, ikutilah dia; tetapi jangan sembah dia! Karena penyembahan hanya ditujukan untuk Tuhan saja, Bapa di surga: Allah!
Ini adalah pemujaan yang benar – karena, “Ia akan memuliakan aku!” (Injil – Yohanes 16: 14).
Berdasarkan sejarah, moral dan kenabian, Muhammad utusan Allah yang terakhir dan penghabisan, “Roh Kebenaran” adalah satu-satunya orang yang membimbing manusia kepada seluruh kebenaran. Dia adalah “Pengganti alamiah Yesus” yang sebenarnya.
Kami nanti pertanyaan, komentar dan kritik yang lebih jauh dari Anda. Jangan hanya duduk di sana, demi Allah, lakukan sekarang!

KESIMPULAN

Pembaca, Anda mungkin pernah mendengar nasihat bahwa beberapa penyeru Kristen mungkin memikat Anda dari penjelasan Anda pada halaman-halaman sebelumnya, dengan membayang-bayangkan di hadapan Anda pengalaman “Pentecostal”.
Pantekosta adalah sebuah hari perayaan bangsa Yahudi, dirayakan pada hari ke 15 sesudah permulaan panen jagung. Orang-orang Yahudi berkumpul di Yerusalem dari seluruh penjuru untuk berpesta. Petrus dengan “sebelas” (pengikutnya), bersama-sama dengan yang lainnya berada di dalam satu tempat, ketika tiba-tiba mereka mendengar bunyi gemuruh angin topan yang kuat di langit di atas mereka di mana mereka duduk. Ini menggemparkan orang-orang dan mereka mulai “berbicara”, dalam dialek dan bahasa yang asing bagi mereka sendiri. Beberapa dari mereka heran sementara yang lainnya mengolok-olok, berkata, “Mereka mabuk, itu saja!” Hal tersebut mengingatkan mereka pada “celoteh” pada Bibel ( Injil – Kejadian 11: 9)
Para misionaris Kristen berpendapat bahwa itu adalah pemenuhan apa yang diramalkan Yesus dalam Yohanes pasal 14, 15 dan 16. Mengherankan seperti sewaktu keseluruhan drama bersuara, Petrus, Satu-satunya, Yang telah ditunjuk Tuhan untuk “gembalakanlah domba-dombaKu… gembalakanlah domba-dombaKu” (Injil – Yohanes 21: 15-16), bangkit untuk membela murid-muridnya, sambil berkata, “Orang-orang ini tidak mabuk! Terlalu dini untuk itu! Orang-orang tidak akan mabuk begitu cepat di pagi hari!”
“Tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan Nabi Yoel … ” (Injil – Kisah Para Rasul 2: 16)
Pantekosta adalah pemenuhan ramalan Nabi Yoel dan bukan ramalan dari Yesus. Umat Kristen percaya bahwa Petrus diilhami untuk mencatat hal yang sama. Keduanya dengan jelas digelitik oleh Roh Kudus! Tak ada sebuah kata pun dicatat di mana saja sebagaimana apa yang dinyatakan oleh nabi-nabi Kristus ini pada hari Pantekosta, namun sebagai Penghibur, dia membimbing manusa “ke dalam seluruh kebenaran!” Sekali lagi membuktikan bahwa Penghibur bukanlah Roh Kudus!
Referensi:forkhust.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar