12 Rahasia Bisnis Rasulullah ( Part 2 )

Melanjutkan artikel sebelumnya yang membahas tentang 12 Rahasia bisnis Rasulullah (Part 1) yang bisa anda baca Klik diSINI ,maka kembali akan saya teruskan pembahasannya.




5. Rahasia kelima : Rasulullah memiliki planning dan goal setting yang jelas.
Lucu memang, membayangkan ada seseorang berjalan tanpa tujuan. Dan anehnya, model orang-orang semacam ini ternyata begitu banyak di sekeliling kita. Hidupnya mengalir begitu saja tanpa arah dan tujuan, tanpa ukuran pasti untuk menentukan ia berhasil atau gagal mencapai target. Pekerjan-pekerjaan yang dilakukan berjalan tanpa struktur dan tidak memiliki kualitas.

Sesungguhnya rahasia di balik kesuksesan seseorang adalah adanya sebuah tujuan hidup yang dimilikinya, yang menjadi landasan tindakannya sehari-hari. Mereka juga memiliki target dan strategi, orang-orang yang pandai menyesuaikan keadaan dan bergerak dengan cepat. Hidup mereka penuh semangat, menjadikan setiap kendala dan masalah sebagai sebuah petualangan yang mengasyikkan. Mereka tahu benar bagaimana memperlakukan pesaing-pesaingnya. Pesaing bukanlah musuh, tapi mitra yang akan membuatnya semakin berkembang.

Seorang pengusaha mestinya mengerti karakter bisnisnya. Seberapa jauh ia mengenal pasar, keinginan pasar atas produk/jasa yang ia sediakan, siapa pesaing-pesaingnya. Planning laksana navigasi yang menjadi petunjuk atas setiap aktivitas yang ia jalani. Berdasarkan kalkulasi-kalkulasi itulah seorang pengusaha menggerakkan roda bisnis ke arah yang lebih maju.

Model leadership Muhammad juga memiliki planning dan goal setting yang jelas, seperti ketika memimpin Madinah :
a. Langkah pertama, mempersatukan kelompok masyarakat yang terdiri dari penduduk asli (kaum Anshar), pendatang (kaum Muhajirin) dan umat beragama lain (Yahudi dan Nasrani) dalam satu Piagam Madinah.
b. Langkah kedua, meletakkan hukum di atas segalanya dan menegakkan secara konsisten, tanpa pandang bulu.
c. Langkah ketiga, memberdayakan ekonomi rakyat. Dalam menjaga stabilitas ekonomi pun Rasulullah saw. tidak segan-segan turun ke pasar untuk mengontrol situasi ekonomi umat.

6. Rahasia keenam : Pintar mempromosikan diri.
Saat ini promosi menjadi sesuatu yang sangat penting. Sebuah produk bagaimanapun bagusnya, menjadi tidak berarti manakala pasar tidak pernah mengenalnya. Namun hati-hati bila promosi tidak sesuai dengan kenyataannya. Kekecewaan ini lambat laun membuat pelanggan apatis dan antipati dengan produk tersebut. Lebih parah lagi bila orang mulai tidak percaya atas semua produk lain yang dikeluarkan oleh produsen yang sama. Keuntungan sesaat dari jebakan promosi di awal, justru mengakibatkan kerugian permanen di kemudian hari.

Rasulullah sama sekali tidak tergoda menggunakan cara-cara kotor dalam melakukan promosi. Kejujurannya akan membuat orang merasa nyaman bertransaksi dengannya, dan itu berarti bertambahnya pelanggan setia. Dan saat ini telah menjadi trend apa yang disebut sebagai Word of Mouth Marketing. Dimana pelanggan yang puas akan merekomendasikan produk ini kepada orang lain.
Demikian 6 rahasia bisnis yang merupakan bagian pertama dari 2 tulisan. Bagian kedua dari artikel ini bisa Anda baca disini.


7. Rahasia ketujuh : Menggaji karyawan sebelum kering keringatnya.
Keterlambatan pembayaran gaji/upah dikategorikan sebagai perbuatan zalim dan orang yang tidak membayar gaji para pekerjanya termasuk orang yang dimusuhi Rasulullah di hari kiamat. Janganlah seseorang merugikan orang lain, dengan cara mengurangi hak-hak yang seharusnya diperolehnya.
Hadits riwayat Muslim : “Mereka (para budak dan pelayanmu) adalah saudaramu, Allah menempatkan mereka di bawah asuhanmu. Sehingga barang siapa mempunyai saudara di bawah asuahannya, maka harus diberinya makan seperti apa yang dimakannya (sendiri) dan memberi pakaian seperti apa yang dipakainya (sendiri). Dan tidak membebankan pada mereka dengan tugas yang sangat berat, dan jika kamu membebankannya dengan tugas seperti itu, maka hendaklah kamu membantu mereka (mengerjakannya)”.
Mengutip hadits yang lain, kelayakan gaji/upah yang diterima oleh pekerja dilihat dari 3 aspek : pangan, sandang dan papan. Bahkan bagi pekerja yang belum menikah, menjadi tugas majikannya untuk mencarikan jodoh. Artinya hubungan majikan-pekerja bukan hanya sebatas pekerjaan formal dan karyawan sudah dianggap bagian dari keluarga majikan. Konsep ini telah dicetuskan Islam sejak 14 abad yang lalu.

8. Rahasia kedelapan : Mengetahui rumus “bekerja dengan cerdas”.
Ada orang-orang tertentu yang bekerja dengan kecerdasannya. Ia menggunakan waktu yang terbatas dengan kualitas yang maksimal, mampu melipatgandakan pendapatan finansialnya dalam waktu yang sedikit. Bekerja cerdas itulah yang sesungguhnya kita butuhkan untuk mendulang kesuksesan, bukan hanya bekerja keras.

Orang-orang yang bekerja dengan kecerdasannya memiliki keuntungan berlipat dibandingkan orang yang hanya bekerja keras. Seperti perbedaan antara bekerja dengan target dan tanpa target. Pasti berbeda antara bekerja dengan konsep dan tanpa konsep. Seorang entrepreneur mesti sadar akan posisinya, kapan mesti bergerak. Pandangannya jauh ke depan, otaknya dipenuhi gagasan-gagasan baru yang cemerlang. Ia tidak bekerja dengan ototnya tapi dengan otaknya. Ketika ia memandang sesuatu, maka selalu saja ia memandang potensi. Ia paham mana pekerjaan yang berorientasi ke dapan, mana yang hanya menghabiskan waktu semata. Ia tahu prioritas dan bertindak secara efektif dan efisien. Satu hal lagi, rezeki tak bisa ditunggu, tapi harus dijemput.

*Klik di SINI untuk melanjutkan membaca ke bagian ahir yaitu Part 3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar